4 Ton Lebih BBM Subsidi Disita Tim Satgas Kejari Morotai

Salah satu penampungan BBM Subsidi jenis Pertalite yang disita tim Satgas || Foto: Istimewa

Sebanyak 4 ton lebih Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite berhasil disita oleh tim Satgas BBM Kejari Kepulauan Morotai, Maluku Utara, pada Selasa (08/11).

Penyitaan BBM subsidi yang dilakukan oleh tim Satgas BBM Kejari Morotai terhadap para mafia minyak yang melakukan penimbunan itu terdapat di tiga titik lokasi berbeda dalam wilayah Kecamatan Morotai Selatan, hanya saja satu lokasi tidak ditemukan.

Data diperoleh zonamalut.id, ditemukannya BBM subsidi itu berawal dari salah seorang Staf Kejari Morotai, Isra, yang hendak melakukan pengisian minyak di lokasi penimbunan BBM di Kota Daruba.

Atas laporan itu, tim Satgas BBM Kejari Morotai langsung bergegas menuju lokasi pertama di salah satu rumah warga di Desa Gotalamo, dan ditemukan sebanyak 26 galon berisi 25 liter, pukul 17.00 WIT.

Sementara, temuan kedua sekitar pukul 18.22 WIT di gudang besar tepatnya di belakang pasar rakyat CBD, terdapat 4 ton atau 40 ribu liter yang ditampung menggunakan profil.

Pada pukul 19.25 WIT, tim Satgas BBM Kejari melanjutkan perjalanan menuju lokasi ketiga di Desa Pandanga, hanya saja begitu dipastikan gudang penyimpanannya tidak ada isinya.

Pemilik gudang, kepada wartawan mengatakan bahwa, BBM subsidi ini ada yang menitip di saya punya gudang.

“Minyak ini ada yang orang titip sudah lama. Kalau 1 bulan bisa 3 sampai 4 ton,” ungkap pemilik gudang yang enggan namanya disebutkan.

Ditanya sumber pengambilan BBM bersubsidi ini dari mana, dirinya mengaku tidak tahu.

“Kalau soal itu saya tidak tahu,” akunya

Lantaran minyaknya telah di sita oleh tim Satgas BBM Kejari, pemilik gudang langsung memberitahukan satu persatu dimana titik-titik lokasi penimbunan BBM bersubsidi.

Kasi Intel Kejari Morotai, Erly Andika Wurara mengatakan, terkait penemuan mafia penimbunan BBM bersubsidi ini dirinya belum bisa memberikan penjelasan, karena masih menunggu arahan dari pimpinannya.

“Kita masih memunggu petunjuk dari pak Kajari,” singkat Erly.


Editor: Faisal Kharie 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *