Angka Kemiskinan di Halmahera Timur Meningkat, Ini Penyebabnya

Ilustrasi kemiskinan || sumber: kumparan

MABA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Timur, Maluku Utara, Oki Afrisal mengungkapkan, virus corona atau COVID-19 turut memicu kenaikan jumlah angka kemiskinan di daerah setempat.

“Terlihat dari beberapa indikator yang berkenaan dengan pendapatan penduduk, inflasi, daya beli serta angka pengangguran yang meningkat menjadi penyebab naiknya angka kemiskinan,”kata Oki saat dikonfirmasi zonamalut.id, diruang kerjanya Selasa (16/3).

Berdasarkan survei sensus penduduk BPS, kata Oki, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Haltim pada tahun 2020 naik 14,97 ribu jiwa atau 15,35 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Timur, Maluku Utara Oki Afrisal || Foto: Orin

Angka tersebut, secara absolut bertambah sebanyak 400 jiwa atau 6 persen, sehingga dari 14,53 ribu jiwa naik menjadi 14,97 ribu jiwa.

Sedangkan, dibandingkan pada tahun 2019 angka kemiskinan terdapat 14,53 ribu jiwa atau 15,39 persen.

“Angka itu berdasarkan hasil pendapatan terdapat di bawah 2 juta dan pengeluaran pada rumah tangga lebih dari 2 juta,”katanya

Katanya, untuk tahun 2021 direncanakan pada bulan ini akan dilakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) di seluruh Desa yang ada di Haltim.

”Survei kali ini kita akan ambil simpel-simpel seperti pendapatan dan pengeluaran masyarakat dengan kondisi demografinya, kemudian wawancara kami wawancara mereka (Warga) terkait komoditi makanan, dan ini yang di pakai untuk menghitung angka kemiskinan,”tandasnya.


Penulis: Orin
Editor: M. Faisal Kharie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *