Astaga! Satu Desa di Morotai Sudah Setahun Tak Dapat Jatah BBM Subsidi

Ilustrasi

Kepala Desa Titigogoli, Kecamatan Morotai Jaya (Morja) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Robi Toni mengungkapkan bahwa.

Sudah setahun warganya tidak mendapatkan jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Minyak Tanah (Mita).

“Sudah 1 tahun lebih tidak ada yang namanya minyak tanah masuk. Mungkin dong (Sub Agen) kira di Titigogoli itu di Philipina sana ka apa,” ungkap Kades, Senin (23/10).

Kades bidang, karena tidak ada penyuplai BBM Subsidi dari pemerintah itu. Sehingga harga per liter pun tidak diketahui pasti, kami tahu hanya harga eceran dari penjual di kios.

“Saya tidak tahu harga yang pasti di pangkalan. Sebab minyak saja torang tidak pernah lihat, bagaimana tahu harga pangkalan,” cetusnya

“Disini ada minyak tanah di kios-kios, karena dong beli dari Tobelo, itu mereka jual per liter 12 ribu,” sambungnya

Kades mengaku, setalah ia dilantik sebulan, memang minyak tanah Subsidi pernah ia dapat informasi bahwa desanya mendapat bagian juga, tapi berada di Desa Sopi, hanya saja tidak disuplai sampai ke desanya.

Dulu setelah lantik kurang lebih 1 bulan pernah dengar, katanya khusus desa Titigogoli punya ada di Sopi,

“Dong (Sub Agen) tidak mau antar ke Desa Titigogoli, terus mulai dari itu sampai sekarang sudah masuk 1 tahun lebih tidak ada lagi,” akunya

Sementara itu, Sub Agen penyuplai BBM Subsidi Minyak tanah Morotai Jaya, Almukaram Gorahe ketika dikonfirmasi belum lama ini mengaku bahwa.

Bulan kemarin, kami suru ambe di Desa Sopi, tapi mereka tidak datang ambe, karena ada 3 desa itu suru ambe di Sopi,

“Diantaranya Desa Titigogoli, Hapo dan Desa BBK, itu suru datang ambe di Sopi, karena kami punya mobil tidak berani antar karena tidak mampu naik gunung,” kata Almukaram.

Menurut Almukaram, untuk Desa Titigogoli yang biasanya datang ambil BBM Subsidi itu, atas nama Ben, hanya saja alasannya tidak memberikan itu karena pangkalan tidak cukup modal.

“Biasa om Ben yang ambil, tapu om Ben alasan modal tidak ada, karena kita sudah tidak mau kasih hutang, kalau kase utang, lalu balik ke bawah menagih, itu kita rugi dobol-dobol,” tuturnya

Almukaram menambahkan, terkait BBM ini kemarin pihaknya telah menyuplai ke Desa Sopi.

“Kemarin yang bawah minyak itu kita paksa dia harus masuk sampai Titigogoli. Sehingga mereka sudah masuk,” pungkasnya


Penulis: Tim
Editor: Faisal Kharie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *