Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 29 Sep 2021 16:59 WIT ·

BBM di Morotai Mulai Langka


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

DARUBA – Kelangkaan atau kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bensin dan Pertalite mulai terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (29/9).

Amatan zonamalut.id, Langkanya bensin dan pertalite terjadi yang dirasakan masyarakat morotai dalam wilayah Kota Daruba Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) itu sejak pukul 12.00 WIT, karena ditempat pengecer yang berjualan dipingiran jalan itu terlihat kosong.

Usman, salah satu warga morotai mengaku, Bensin habis mulai pukul 12.00 WIT, karena kalau pagi untuk dipengecer masih bisa kita temui pertalite dan besin.

“Memang harga masih sama per liter Rp 10 ribu. Tapi, sekarang sudah tidak ada, dan di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di desa Darame juga tidak buka sejak kemarin,”kata Usman, kepada wartawan.

“Kami minta Dinas Perindagkop dan UKM Pulau Morotai untuk segera mencari solusi, agar BBM di Morotai tidak mengalami kelangkaan,”sambungnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Pulau Morotai, Nasrun Mahasari, ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler membenarkan adanya kelangkaan BBM.

“Iya tadi pagi saya sudah konfirmasi dengan pemilik APMS Darame, dan memang dua hari ini agak terlambat karena menunggu kapal masuk ke Tobelo. Kemungkinan kapal besok masuk. Jadi, ini karena keterlambatan kapal saja masuk ke Tobelo baru Ke Morotai, sehingga dua hari ini APMS tutup. Bahkan di Tobelo juga kosong,”jelas Nasrun.

Nasrun bilang, Untuk mengantipasi langkanya BBM ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan APMS.

“Kami akan terus bangun komunikasi dengan pihak APMS, agar tidak terjadi kelangkaan BBM di Morotai,”katanya.

Untuk kuota BBM jenis bensin dan petralaite, lanjut Nasrun, Di Morotai itu kuota kita tidak tetap karena bervariasa yakni 30 sampai 40 Ton, dan adakalah itu 10 Ton. Jadi, tergantung muatan kapal.

“Perindakop selalu awasi dan pantau ketat soal BBM di APMS,”terangnya.

“Kakau untuk Minyak Tanah (Mita) lancar saja tidak ada masalah,”tutupnya.


Penulis: Faisal

Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Unggul di 4 TPS, Riswan S Totona Siap Dilantik jadi Kades Daruba

13 Mei 2022 - 13:03 WIT

Selisih 249 Suara, M. Aridh Pua Menang Telak di Pilkades Muhajirin

12 Mei 2022 - 20:55 WIT

AWPI Halmahera Utara Sosialiasi Peran Media dan Perkara Hukum kepada Pelajar

12 Mei 2022 - 09:49 WIT

Pemda Halmahera Utara Distribusi Bantuan ke Korban Gempa di Desa Ngidiho

12 Mei 2022 - 09:14 WIT

Trending di DAERAH