Buka Kegiatan Pelatihan Desa Wisata, Ini Harapan Pj Bupati Morotai

Pj Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Muhammad Umar Ali resmi membuka kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata.

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Pulau Morotai di Hotel Molokai Desa Juanga Kecamatan Morotai Selatan, pada Kamis (03/11). Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pariwisata dan pelaku usaha pariwisata.

Dalam pelatihan itu terdapat sebanyak 40 peserta terdiri dari Pemerintah Desa Kolorai, pengelola desa wisata Kolorai, kelompok kerajinan anyaman Desa Kolorai, kelompok pengelola kuliner Desa Kolorai, kelompok pengelola Homestay Desa Kolorai, kelompok angkutan wisata Desa Kolorai, pengelola objek daya tarik wisata Pulau Dodola, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Kolorai.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali mengatakan, pariwisata Morotai adalah harapan bagi penggerak perekonomian, dengan mengandalkan keindahan alam, keragaman budaya yang unik, aset historis, serta objek daya tarik wisata buatan, harapannya menjadi magnet bagi wisatawan.

“Semua potensi itu akan kita gunakan, terutama yang dimiliki oleh desa, dan yang punya peluang besar untuk maju dan berkembang sebagai desa wisata,” kata Bupati.

Bupati bilang, konsep dari desa untuk desa akan menjadi landasan utama untuk menggenjot pariwisata berbasis budaya, karena pariwisata juga sudah menjadi agenda pembangunan daerah dalam rencana pembangunan daerah (RPD).

“Tujuannya yaitu untuk menumbuhkan di desa-desa wisata berkembang menjadi maju hingga mandiri, sehingga terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” harapnya

Sementara, Kepala Bidang Destinasi, Muksin Soleman menyampaikan, di Kabupaten Pulau Morotai terdapat kurang lebih 30 desa yang memiliki potensi dan daya tarik wisata, baik wisata alam, sejarah, budaya, serta wisata buatan yang perlu untuk dikembangkan dan menjadi target Pemerintah Daerah untuk menetapkan desa-desa tersebut menjadi desa wisata.

“Pemkab Morotai tetap mengacu pada studi kelayakan atau kajian ilmiah yang di dasarkan pada 3A yaitu Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi Wisata, yang menjadi dasar penetapan sebua desa wisata,” ucap Muksin.

“Jadi, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelolan desa wisata agar lebih profesional dan berkualitas dalam pengelolaan desa wisata sehingga memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat di wilayah sekitarnya,” pungkasnya

Diketahui, yang mengisi kegiatan pelatihan terdapat empat narasumber, diantaranya Kadis Pariwisata Kalbi Rasid, materi tentang kebijakan. Sekretaris Dispar Sahban Lanoni, materi tentang pengelolaan desa wisata dan penerapan sapta pesona sadar wisata. Kadis PMD Morotai Ahdad Hi Hasan, materi tentang pengembangan kelembagaan desa wisata, dan Ketua Homestay Provinsi Malut Ilham Hi Abdullah, materi tentang desa wisata dalam sistem kepariwisataan.


Editor: Faisal Kharie

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *