Burung Endemik di Morotai Menarik Perhatian Wisatawan Asing 

Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Ragam wisata tersedia di daerah ini, mulai dari wisata bahari, sejarah, budaya, kuliner, hingga wisata buatan.

Belakangan, Morotai juga semakin dikenal dengan spot foto burung endemik yang kerap didatangi wisatawan mancanegara, Rabu (24/9/2025).

Pulau Morotai telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu daerah prioritas pengembangan pariwisata. Morotai bahkan masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) 10 Destinasi Prioritas, dan turut menjadi bagian dari pengembangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Fasilitas penunjang pariwisata di Morotai juga tergolong lengkap. Wisatawan yang datang dapat dengan mudah menemukan pusat kuliner, pusat perbelanjaan, hingga penginapan berbintang. Beberapa hotel besar yang tersedia di Kecamatan Morotai Selatan antara lain Hotel Molokai, Fila Marahai, dan Jababeka Resort di Desa Juanga.

Di Kecamatan Morotai Selatan sendiri, terdapat puluhan destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari wisata pulau Dodola, Kolorai, Kokoya, Zum-Zum, Pasir Timbul, hingga Galo-Galo. Sementara di daratan terdapat Pantai Army Dock, Pantai Sagolo, Pantai Liku, dan Balitako yang terkenal dengan panorama lautnya yang eksotis.

Selain wisata bahari, Morotai juga menyimpan banyak situs bersejarah. Di perairan Desa Wawama, para penyelam bisa melihat bangkai pesawat tempur sisa Perang Dunia II. Ada pula bangkai Tank Amfibi milik sekutu yang kini menjadi cagar budaya, serta situs Air Kaca yang dulunya merupakan sumber air vital pasukan Amerika Serikat dan kerap digunakan Jenderal Douglas MacArthur.

Peninggalan sejarah juga bisa ditemui di Museum Perang Dunia II di Desa Wawama, yang memamerkan koleksi lengkap dengan dokumentasi melalui poster-poster. Selain itu, terdapat Museum Swadaya milik Muhlis Eso di Desa Joubela yang menyimpan koleksi pribadi peninggalan perang dunia, menjadikannya salah satu destinasi edukatif menarik.

Tak hanya bahari dan sejarah, Pemerintah Daerah Morotai juga mengembangkan 27 spot wisata alam. Beberapa di antaranya yakni Air Terjun Raja di Desa Raja, Pulau Mitita, Pulau Ngele-Ngele, Tanjung Amerika di Kecamatan Morotai Jaya, Pantai Nunuhu dan Pantai Gurua di Morotai Utara, Air Terjun Bere-Bere di Morotai Jaya, Goa Popogu di Morotai Timur, hingga Tanjung Liku di Morotai Selatan. Setiap destinasi menawarkan keindahan khas, mulai dari pasir putih, air jernih, hingga panorama tebing dan hutan.

Keindahan Morotai tidak berhenti di situ. Pulau ini juga memiliki daya tarik lain yang unik, yaitu wisata foto burung endemik di Desa Wewemo, Kecamatan Morotai Timur. Hutan seluas 161 hektare yang dikelola Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Wewemo ini telah diresmikan melalui izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak 2018.

Kepala Desa Wewemo, Usman Madjo, mengatakan lokasi wisata foto burung ini terinspirasi dari keberadaan spesies burung langka, salah satunya Burung Tahoko yang menjadi ikon Morotai.

“Kami jadikan hutan ini sebagai wisata foto burung karena ada burung-burung endemik yang tidak ditemukan di tempat lain,” jelas Kades.

Menurut Kades, Spot wisata foto burung ini, ternyata telah menarik perhatian wisatawan asing. Sejumlah turis asal Jerman diketahui datang langsung ke Desa Wewemo untuk mengabadikan gambar burung di puncak Gunung Wewemo.

“Bule dari Jerman sudah datang ke Wewemo. Mereka mengaku banyak burung unik di sini, terutama Burung Tahoko,” katanya

Ia menambahkan, kehadiran turis mancanegara membuktikan bahwa potensi wisata burung endemik di Morotai tidak kalah dengan destinasi bahari maupun sejarah.

“Saya bersyukur burung Tahoko masih ada di hutan kami. Harapan saya, ke depan Desa Wewemo bisa dikenal luas sebagai destinasi wisata burung endemik di Morotai,” tandasnya

Diketahui, akses menuju lokasi wisata foto burung di Wewemo cukup mudah dijangkau. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh sekitar sembilan kilometer dari jalan aspal menuju kawasan hutan.

Dengan kombinasi wisata bahari, sejarah, budaya, alam, hingga wisata burung endemik, Pulau Morotai semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi pariwisata lengkap dan berkelas dunia di kawasan timur Indonesia.


Penulis: Rilis 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *