Dispar Morotai Latih Pelaku Usaha Kuliner

Sekretaris Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Syaban Lanoni ketika membuka kegiatan pelatihan || Foto: Ical

Pelaku usaha kuliner terus mendapat pelatihan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Terkait dengan pelayanan kepada para pengunjung wisatawan.

Kegiatan yang berlangsung di Irama Cafe Desa Pandanga, Kecamatan Morotai Selatan, pada Rabu (09/08).

Dengan tema “Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner”.

Sekretaris Dispar Pulau Morotai, Syaban Lanoni dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan.

Kuliner merupakan salah satu daya tarik untuk melakukan kunjungan wisata ke suatu daerah.

Wisatawan biasanya datang ke suatu daerah untuk berburu, atau bernostalgia dengan makanan khas daerah tersebut.

Selain menikmati kuliner di restoran atau tempat beberapa sentra-sentra kuliner khas daerah.

Wisata kuliner merupakan perjalanan dan pengalaman menikmati makanan minuman yang unik khas yang berasal dari tiap daerah.

Wisata kuliner tak harus selalu megah dan eksklusif. Bukan pula tentang daftar panjang restoran tersohor.

“Karena wisata jenis ini, bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja, di tempat yang jauh maupun dekat,” ucap Saban.

Untuk itu, Syaban berpesan agar Dispar terus tingkatkan kerjasama dan koordinasi antara kelembagaan dan pihak swasta, dan stakeholder lainnya.

Seperti hotel, restoran, tempat-tempat kuliner, usaha travel, serta para mitra pelaku usaha dan lainnya, agar tercipta hubungan baik dan saling sinergis satu sama lain.

Upaya dalam mengembangkan wisata kuliner perlu adanya pelatihan wisata kuliner.

“Dengan tujuan untuk dapat mengelola kuliner sebagai daya tarik wisatawan, dengan pelayanan dan variasi produk yang ditawarkan,” imbuhnya

Sementara itu, Srihryanti Haya, dalam laporan panitianya menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk tercapainya pelayanan publik yang baik.

“Sasaran para pelaku usaha pariwisata yang mempunyai keahlian dalam inovasi dan identitas sajian kuliner di destinasi pariwisata,” jelas Srihryanti.

Srihryanti menambahkan, sumber pendanaan kegiatan ini dari DAK non fisik, Kementerian Pariwisata RI tahun anggaran 2023.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 hari, mulai hari ini (Rabu, red) tanggal 9-12 sampai Agustus 2023,” tandasnya


Penulis: Faisal Kharie
Editor: Faisal Kharie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *