Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 15 Sep 2021 21:46 WIT ·

Gelar Serbuan Vaksinasi, Pintu Masuk dan Keluar di Kecamatan Morotai Selatan Barat Diperketat


 Salah Satu Pos Penyeketan di Kecamatan Morotai Selatan Barat || Foto: Istimewa Perbesar

Salah Satu Pos Penyeketan di Kecamatan Morotai Selatan Barat || Foto: Istimewa

DARUBA – Tim percepatan penanganan Covid-19 atau Vaksinator Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang tergabung dalam beberapa Puskesmas, yakni Puskesmas Tiley, Wayabula, Posi-Posi dan Sabatai menggelar kegiatan Serbuan Vaksinasi dan Sosialisasi serta Penyekatan Pos masuk dan keluar di Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) oleh Pemerintah Desa dan TNI-Polri, Rabu (15/9).

Pos penyekatan di Kecamatan Morselbar itu terdapat 3 Pos diantaranya, Pos pertama di Desa Wayabula depan Puskesmas, kemudian Pos kedua bertempat didepan Permium Wayabula dan Pos ketiga di Desa Waringin. Setiap pos itu dilakukan pemeriksaan kartu vaksin sekaligus pelayanan vaksinasi di pos bagi masyarakat yang tidak memiliki kartu vaksin.

Asisten I Bidang Ekonomi dam Kesejahteraan Pemda Morotai, Alfatah Sibua, dalam sosialisasi mengatakan, Kenapa vaksin ini menjadi kewajiban kita di Pulau Morotai ini juga, karena dalam rangka sesuai dengan instruksi Persiden yang harus dilaksanakan oleh kepala daerah.

“Setiap program yang dicangkan baik itu dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah itu tidak lepas daripada tantangan, dan tantangan ini biasa dibuat oleh oknum-oknum yang sengaja menghambat program pemerintah. Oleh karna itu, ada beberapa info atau hoax yang dibuat sudah dapat ditangani oleh Kapolsek dan Danramil sehingga ini menjadi satu hal yang sangat penting,”ucap Alfatah.

Kenapa pelru saya sampaikan hoax, kata Alfatah, Isu yang tidak benar ini bukan hanya di daerah muslim saja seperti vaksin itu haram dikarnakan campuran minyak Babi, tetapi di daerah Nasrani juga dimasukan isu-isu yang tidak bernar juga. Seperti 66 yang diartikan bagi yang vaksin berati menantang Yesus Kristus sehingga ini juga menjadi hambatan.

“Kami berharap sebagai pemerintah daerah mari kita sukseskan program ini, karena memang sangat berdosa kita umat kalau kita ada penyakit kemudian kita menularkan kepada orang lain. Jadi, saya mohon kepada toko-toko agama dan toko masyarakat mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk kita sukseskan program ini,”harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Pulau Morotai, Julis Giscar Crons menyampaikan, Pemerintah telah menetapkan pandemi Covid-19 ini sebagai bencana non alam melalui keputusan Persiden Nomor 12 Tahun 2020, karena sejak ditemukannya kasus Covid-19 pertama di Jakarta pada bulan Maret 2020, dan setelah itu hampir seluruh Provinsi sudah melaporkan kasus Covid-19 terutama kita di Morotai hampir semua desa sudah ada yang terkena Covid19.

“Di bulan Juni dan Juli sudah terjadi peningkatan kasus baik itu Nasional maupun tingkat Kabupaten, dan kususnya di RSUD Morotai ruang isolasi itu penuh merawat pasien-pasien Covid-19, kemudian di bulan Juli itu juga ada 10 orang tua-tua kita umur dari 50-60 tahun yang meninggal akibat dari Covid-19. Kita lihat juga dalam pelaksanaan Penerapan protokol kesehatan sudah mulai kendor sehingga pemerintah mengabil kebijakan program vaksinasi,”ungkap Julis.

Julis menjelaskan, Perlu diketahui juga bahwa dari awal mula munculnya virus corona sampai saat ini belum ditemukan obatnya, karena sudah banyak peneliti yang berlomba-lomba menemuka obatnya tetapi belum bisa ditemukan, dikarnakan rata-rata miko organisme penyebabnya virus ini agak sulit obatnya ditemukan

“Misalnya, Rabies atau yang di sebut Anjing Gila dan HIV AIDS itu juga tidak ada obatnya, dan lagi-lagi harus dilakukan vaksin agar meperlambat penyebaran virus, karena vaksinasi itu sebenarnya bukan barang baru dan vaksinasi ini sudah di temukan 200 tahun yang lalu yaitu vaksinasi cacar,”terangnya.


Penulis: Faisal

Artikel ini telah dibaca 329 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kompol Samsul Alam Resmi Menjabat Wakapolres Morotai

18 Mei 2022 - 17:16 WIT

Pileg 2024, Partai Demokrat Halmahera Utara Optimis Pertahankan Kursi Ketua DPRD

17 Mei 2022 - 20:25 WIT

Kamis Lusa, Marwan Sidasi Dilantik Jadi Kepala Disperkim Morotai

17 Mei 2022 - 13:16 WIT

Soal Usulan Pejabat, Bupati Morotai Sebut Media Provokator

17 Mei 2022 - 11:43 WIT

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Trending di DAERAH