Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 23 Des 2021 17:05 WIT ·

Ini Perjuangan Para Jaksa di Morotai


 Jaksa Penuntut Umum, Kejari Kepulauan Morotai, saat membawa 7 orang terdakwa dan 10 saksi ke PN Tobelo || Foto: Istimewa Perbesar

Jaksa Penuntut Umum, Kejari Kepulauan Morotai, saat membawa 7 orang terdakwa dan 10 saksi ke PN Tobelo || Foto: Istimewa

Perjuangan serta dedikasi penuh para Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai, Maluku Utara, untuk melaksanakan persidangan kasus Pidanan Umum (Pidum) di Pengadilan (PN) Tobelo bukan berarti mengurangi semangat.

Meskipun harus mengarungi lautan Pasifik dalam kondisi cuaca ekstrim, namun mereka tetap melaksanakan tugas dan tanggungjawab.

Dimana, perjalanan dari Kabupaten Pulau Morotai menuju PN Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, harus ditempuh dengan menyeberangi lautan samudera pasifik menggunakan speed boat selama 1 jam. Jika cuaca dalam kondisi normal, namun apabila cuaca ekstrim disertai ombak 2-4 meter, maka bisa 2-3 jam baru sampai.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Morotai, Sobeng Suradal mengatakan, agenda persidangan yang dilakukan oleh para JPU Kejari Morotai pada Rabu tanggal 22 Desember 2021, terdapat 5 perkara dengan 7 orang terdakwa yang dibawah dari rutan Polres Pulau Morotai ke PN Tobelo.

“Jadi ke 7 orang terdakwa yang disidangkan itu semuanya kasus Pidanan Umum diantaranya, oknum anggota polisi inisial Bripka RC, kasus pemerkosaan, oknum PNS inisial FD, kasus penganiayaan, kemudian BA kasus pencabulan. Sementara AS, AR dan SU kasus pencabulan anak, dan NA, kasus pencucian,”ucap Sobeng, dalam rilisnya kepada zonamalut, Kamis (23/12).

Sobeng bilang, persidangan kali harus menginap di Tobelo lantaran cuaca ekstrim sehingga speed tidak berani keluar, dan ini tentunya juga membutuhkan pengorbanan dan resiko yang besar bagi seorang Jaksa, karena harus mengurus para tahanan yang sebanyak 7 orang terdakwa dan 10 orang saksi.

“Ini bukan tugas yang ringan. Namun ini tugas yang sangat berat dan penuh resiko, tapi para Jaksa dengan penuh dedikasi dan integritas yang tinggi selalu siap melaksanakan tugasnya seberat dan sebesar apa pun risikonya,”tuntasnya.

Diketahui, dari 7 orang terdakwa itu 5 orang dibawah kembali ke rutan Polres Morotai, sementara untuk 2 terdakwa yakni, oknum Polisi dan ASN dititipkan di rutan Tobelo.


Penulis: Faisal

Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Capai Target Vaksinasi, Pemda Morotai Diberikan Penghargaan

22 Januari 2022 - 18:55 WIT

Sejumlah Daerah dan BUMN Dapat Penghargaan Dari Gubernur Malut

22 Januari 2022 - 18:09 WIT

Pembangunan Panggung Live Music dan WFC Zona II di Morotai Rp 19,9 Miliar

22 Januari 2022 - 14:54 WIT

Februari, Bupati Morotai Bakal Resmikan Semua Fasilitas Wisata

22 Januari 2022 - 14:39 WIT

Kejari Halmahera Utara Resmi Tahan 2 Tersangka Korupsi Dana Hibah Panwaslu

22 Januari 2022 - 12:13 WIT

Tumbangkan Tobelo Utara, Basanohi FC Optimis Juara Piala Bupati Cup II

21 Januari 2022 - 20:28 WIT

Trending di DAERAH