Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 26 Apr 2021 19:46 WIT ·

Insentif Ratusan Nakes Penanganan Covid-19 di Morotai Satu Tahun Belum Dibayar


 Ilustrasi tenaga medis (Tirto.id) Perbesar

Ilustrasi tenaga medis (Tirto.id)

DARUBA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, belum memberikan insentif dan jasa penanganan Covid-19 untuk ratusan tenaga kesehatan (Nakes) selama setahun. Tercatat sejak Maret 2020 hingga saat ini.

Data yang diperoleh zonamalut.it, insentif dan jasa medis penanganan Covid-19 Pulau Morotai telah direalisasi oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI sejak tahun 2020 secara bertahap senilai Rp 2,1 Miliar, dengan rincian tahap I periode Maret – Mei Rp 100 juta, tahap II periode Juni – Agutus Rp 300 juta, tahap III periode September – November Rp 900 juta, tahap IV periode Desember – Februari Rp 800 juta.

Akan tetapi, insentif dan jasa penanganan Covid-19 tersebut, belum juga diterima ratusan Nakes
selama bertugas setahun lebih.

”Kita belum terima sama sekali. Bahkan sampai sekarang kita juga belum tahu berapa besar insentif Covid-19 yang kita terima,”ucap salah satu tenaga medis yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (26/4).

Direktur RSUD Pulau Morotai, dr. Novindra Humbas, saat dikonfirmasi pun mengakui hal tersebut. Ia bilang, insentif dan jasa penanganan Covid-19 untuk tahap I dan II (periode Maret – Agustus 2020) saat ini sudah dalam proses pencaiaran.

”untuk tahap I, tahap II saat ini sudah mau direalisasi, sementara ada buat permintaan, mudah-mudahan Minggu ini atau Minggu depan sudah bisa bayar,”katanya kepada zonamalut.id

“Sedangkan tahap III sudah selesai verifikasi tinggal tunggu pembayaran dari Kemenkes. Menurut info sementara masih dalam pemeriksaan BPKP jadi mungkin selesai pemeriksaan baru direalisasi tahap III. Tahap IV kita sudah masukan permintaan tapi belum di realisasi,”sambungnya

Novenda memberikan alasannya insentif dan jasa penanganan Covid para Nakes dari tahap I dan II hingga 2021 belum dibayarkan karena masalah teknis.

”Kemarin kan dia tatahan di akhir tahun, sementara di awal tahun kita juga belum bisa melakukan permintaan anggaran karena pinalti, tapi sekarang kan anggaran sudah bisa minta, tapi ada regulasi lagi yang kami siapkan dan baru klier,”tuturnya.

Ia menambahkan, Insentif ini tidak dibayar ke semua Nakes, akan tetapi hanya khusus Nakes yang melakukan penanganan Covid-19 yang bisa mendapat insentif tersebut.

”Insentif ini di dapat dari klaim pasien BPJS Covid-19 di Kemenkes. Jadi tahap I Rp 100 juta, tahap II Rp 300 juta, tahap III Rp 900 juta, tahap IV Rp 800 juta, sementara
untuk jumlah masing-masing Nakes yang mendapat insentif itu saya lupa,”tandasnya.


Penulis : M Faisal Kharie
Editor: Zulfikar Saman

Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Soal Usulan Pejabat, Bupati Morotai Sebut Media Provokator

17 Mei 2022 - 11:43 WIT

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Unggul di 4 TPS, Riswan S Totona Siap Dilantik jadi Kades Daruba

13 Mei 2022 - 13:03 WIT

Selisih 249 Suara, M. Aridh Pua Menang Telak di Pilkades Muhajirin

12 Mei 2022 - 20:55 WIT

AWPI Halmahera Utara Sosialiasi Peran Media dan Perkara Hukum kepada Pelajar

12 Mei 2022 - 09:49 WIT

Trending di DAERAH