Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 24 Jun 2021 19:49 WIT ·

Kejati Maluku Utara Tahan 4 Tersangka dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Nautika


 Penyidik Kejati Malut, saat menahan 4 tersangka dugaan korupsi Pengadaan Kapal Nautika || Foto: Istimewa  Imran Yakub (kopiah) bersama tiga tersangka lain saat berada di halaman kantor Kejati Malut Perbesar

Penyidik Kejati Malut, saat menahan 4 tersangka dugaan korupsi Pengadaan Kapal Nautika || Foto: Istimewa Imran Yakub (kopiah) bersama tiga tersangka lain saat berada di halaman kantor Kejati Malut

TERNATE – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menahan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kapal Nautika dan alat simulator pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut tahun 2019.

Keempat tersangka yang ditahan adalah Ibrahim Ruray selaku Direktur PT. Tamalanrea Karsatama yang sebelumnya telah memenangkan praperadilan beberapa waktu lalu.

Selain Ibrahim, mereka yang ditahan itu adalah mantan Kadikbud Malut alias Imran Yakub, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Zainudin Hamisi, dan mantan Ketua Pokja ULP Malut RZ alias Reza.

Penahanan ini dilakukan setelah tim penyelidik Kejati merampungkan hasil penyidikan. Bahkan lembaga Adhyaksa ini juga telah mengantongi hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kepala Kejati Malut, Erryl Prima Putra Agoes mengatakan, para tersangka dalam pemeriksaan sebagai tersangka masing-masing didampingi penasehat hukum. Sebelum dilakukan pemeriksaan, para tersangka terlebih dahulu diperiksa kesehatannya dan rapid tes antigen.

Erryl bilang, dalam kasus ini kerugian keuangan negara mencapai Rp 4,7 miliar dari dianggaran 7,8 miliar. Berdasarkan pasal 20 ayat (1) KUHAP, penyidik dapat melakukan penahanan terhadap tersangka untuk kepentingan penyidikan. Penahanan dilakukan dengan pertimbangan berdasarkan pasal 21 ayat (1) KUHAP bahwa dikhawatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangai tindak pidana.

“Para tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari, terhitung sejak 24 Juni sampai 13 Juli 2021. Mereka ditahan di Rutan Kelas IIB Ternate,” katanya dalam konfrensi pers, Kamis (24/5).

Diketahui, pengadaan Kapal Nautika dan alat simulator yang diperuntukan untuk siswa SMK di Kabupaten Halmhera Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, dan Kabupaten Kepulauan Sula itu dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp 7,8 miliar.

Dalam kasus ini Kejati telah menetapkan 4 tersangka, yakni Imran Yakub mantan Kadis Dikbud, Zainudin Hamisi selaku PPK, Reza mantan Pokja ULP, dan Ibrahim Ruray Direktur PT. Tamalanrea Karsatama selaku rekanan yang menangani proyek tersebut. Ibrahim kemudian melakukan praperadilan dan memenangkannya.

Setelah mengantongi audit kerugian negara dari BPKP, Kejati kemudian menetapkan kembali tersangka terhadap Ibrahim Ruray pada Senin lalu.


Penulis: Tim
Editor: Zulfikar Saman

Artikel ini telah dibaca 186 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kompol Samsul Alam Resmi Menjabat Wakapolres Morotai

18 Mei 2022 - 17:16 WIT

Pileg 2024, Partai Demokrat Halmahera Utara Optimis Pertahankan Kursi Ketua DPRD

17 Mei 2022 - 20:25 WIT

Kamis Lusa, Marwan Sidasi Dilantik Jadi Kepala Disperkim Morotai

17 Mei 2022 - 13:16 WIT

Soal Usulan Pejabat, Bupati Morotai Sebut Media Provokator

17 Mei 2022 - 11:43 WIT

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Trending di DAERAH