Kesbangpol Halmahera Utara Kesal Dengan Sikap Pemprov

Kepala Kesbangpol Halmahera Utara, Jhon Anwar Kabalmay || Foto: Istimewa

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Halmahera Utara, Maluku Utara, Jhon Anwar Kabalmay mengatakan.

Kalau SK Gubernur Maluku Utara kaitan dengan penetapan dana sharing penyelenggaraan Pilkada serentak, yang diperuntukan ke Kabupaten/Kota sangat tidak memiliki perincian anggaran yang rasional dalam penyusunan.

Sehingga, dirinya sangat kesal dengan sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut.

Pasalnya, pihaknya merasa jauh dari spekulasi penyusunan dana oleh mereka, dimana kaitan dengan penetapan anggaran dana sharing yang ditetapkan Provinsi Malut.

Soal anggaran Bawaslu itu sangat jauh berbeda dengan total perincian anggaran yang di susun oleh pihaknya bersama Bawaslu Halmahera Utara.

“Saya tolak karena ini asal-asalan di susun, dimana pihak Provinsi tetapkan tanggung jawab Rp 22 miliar, sedangkan kami Kesbangpol bersama Bawaslu menyusun perinciannya hanya 14 miliar,” ungkap Anwar belum lama ini kepada sejumlah awak media.

Menurut Anwar, kaitan hal ini sangat diharapkan efisiensi dalam soal dana atau anggaran sharing.

Sehingga jika dipaksakan dengan angka yang nominalnya diluar dugaan sudah seharusnya ada pengertian, dari pihak Provinsi agar setidaknya bisa diatur secara bersama.

“Jangan asal susun dalam melakukan penyusunan dana sharing tersebut,” timpalnya

Anwar mengaku, sangat kesal dengan sikap Provinsi yang secara tidak langsung, tidak bisa memahami kondisi penganggaran di Kabupaten/Kota yang ada di Maluku Utara.

“Kalau dipaksakan lalu anggarannya seadanya, kan nanti bisa berdampak pada saat penyelenggaraan Pilkada serentak berlangsung terlebih di Kabupaten Halmahera Utara,” cetusnya

Anwar berharap, setidaknya hal ini ada kepedulian pihak Pemerintah Provinsi Malut, bahkan pusat agar setidaknya harapan efisiensi anggaran Pilkada serentak ini dapa berjalan lancar dan normal tanpa kendala.

“Jadi kalau mau paksakan kita dengan anggaran sedemikian, setidaknya ada suntikan dana juga beberapa persen dalam membantu proses Pilkada serentak 2024 nanti,” pungkasnya


Penulis: Jovi Pangkey
Editor: Faisal Kharie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *