Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 17 Jun 2021 15:35 WIT ·

Kinerja DPRD dan Inspektorat Halmahera Barat Dipertanyakan


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

JAILOLO – Warga Desa Tusumolo, Kecamatan Loloda mempertanyakan kinerja Komisi I DPRD dan Inspektorat Halmahera Barat. Pasalnya, laporan dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 yang secara resmi telah dilaporkan tak kunjung ada kejelasan.

Tokoh masyarakat yang juga tokoh agama Desa Tusumolo, Alexander menjelaskan, laporan dugaan penyalahgunaan dana desa itu, secara resmi dilaporkan oleh ketua Badan Perwakilan Desa(BPD) Jhon Mohobu ke komisi I DPRD dan Inspektorat, hanya saja belum ada kepastian kapan bakal ditindaklanjuti.

“Untuk laporan ke Inspektorat memang pernah ada tim yang turun kelapangan beberapa waktu lalu. Hanya saja sampai saaat ini perkembanganya sudah tidak lagi kami ketahui,masyarakat tentunya butuh kejelasan soal laporan itu,”terangnya, Kamis(17/6/).

Ia bilang, laporan dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2019 itu, terkait pembanguna lapangan sepakbola, yang menguras dana desa sebesar Rp.400 juta sekian yang dikerjakan melalui pihak ketiga. Namun fakta
dilapangan, pelaksanaan pekerjaan selain tidak sesuai, juga tak kunjung tuntas.

Tak hanya itu, dari total anggaran tersebut,yang baru terealiasi sebesar Rp.200 juta lebih. Sedangkan sisanya tak kunjung dicairkan oleh Kades Agus Sinus.

“Jadi ini timbul pertanyaan juga oleh warga, sisa angaran dikemanakan, laporan pertanggung jawabannya juga tidak jelas, timbunan material tanah juga hanya setebal 8 centi,tentunya tidak sesuai spesifikasi,”tandasnya.

Katanya, pemerintah desa melalui kades Agus Sinus juga menarik retribusi sebesar Rp.50 ribu per kubit,dari setiap material pasir sebesar Rp.350 ribu material tanah untuk penimbunan lapangan bola kaki. Dimana penarikan retribusi dengan alasan masuk kas desa dari warga bahkan tidak setuju dengan kebijakan Kades guna mendapat kejelasan terkait laporan yang tak kunjung ditindaklanjuti.

Dia pun berjanji akan bersama warga Tusumolo, dalam waktu dekat bakal menggelar aksi guna mempertanyakan laporan dugaan penyalahgunaan dana desa tersebut.

“Selain itu juga bakal dilaporkan ke penegak hukum melalui Kejari Halbar,guna menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana desa Tusumolo,”tandasnya


Penulis: Tim
Editor: Chaca

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kompol Samsul Alam Resmi Menjabat Wakapolres Morotai

18 Mei 2022 - 17:16 WIT

Pileg 2024, Partai Demokrat Halmahera Utara Optimis Pertahankan Kursi Ketua DPRD

17 Mei 2022 - 20:25 WIT

Kamis Lusa, Marwan Sidasi Dilantik Jadi Kepala Disperkim Morotai

17 Mei 2022 - 13:16 WIT

Soal Usulan Pejabat, Bupati Morotai Sebut Media Provokator

17 Mei 2022 - 11:43 WIT

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Trending di DAERAH