Korupsi Dana Desa Tiley Pantai, Aprianto Melkias Siruang Divonis 1,4 Tahun Penjara

Suasana pembacaan sidang putusan kasus DD Tiley Pantai, yang digelar oleh PN Tipikor Ternate secara online || Foto: Istimewa

Terdakwa Aprianto Melkias Siruang divonis 1 tahun 4 bulan penjara, atas dugaan kasus tindak pidana korupsi Dana Desa Tiley Pantai tahun 2017.

Aprianto dijatuhkan hukuman setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ternate menggelar sidang pembacaan putusan secara virtual, pada Rabu (11/10).

Kasi Intelijen Kejari Kepulauan Morotai, Maluku Utara, Erly Andika Wurara mengatakan, hari telah dilaksanakan sidang pembacaan putusan kasus DD Tiley Pantai.

Dimana, dalam putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim PN Tipikor Ternate, terdakwa Aprianto Melkias Siruang tidak terbukti secara sah.

Dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair.

Membebaskan terdakwa Aprianto Melkias Siruang, oleh karena itu dari dakwaan primair tersebut.

Menyatakan terdakwa Aprianto Melkias Siruang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana jorupsi secara bersama-sama.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang republik indonesia nomor 31 tahun 1999.

Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan Subsidair.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan,” kata Erly, dalam siaran pers kepada zonamalut.id.

Atas putusan tersebut, lanjut Erly, terdakwa dapat membayar uang pengganti sebesar Rp 35.000.000

Jika uang pengganti tersebut tidak dibayar dalam waktu 1 bulan, sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Maka diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan, dan pidana denda sebesar Rp 50.000.000, subsidair pidana kurungan pengganti selama 3 bulan,” terangnya

Diketahui, sebelumnya terdakwa Aprianto Melkias Siruang dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejari Kepulauan Morotai.

Dan menetapkan terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 135.000.000.

Jika uang pengganti tersebut tidak dibayar dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Maka harta benda milik terpidana akan disita, dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Jika terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Kemudian menjatuhkan pidana denda terhadap terdakwa sebesar Rp 100.000.000, subsidair pidana kurungan pengganti selama 6 bulan.


Penulis: Rilis
Editor: Faisal Kharie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *