Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

HEADLINE · 24 Apr 2021 00:20 WIT ·

KPK Tetapkan Satu Pengacara Asal Maluku Utara Jadi Tersangka Suap


 Konfrensi Pers penetapan tersangka suap Tanjungbalai di gedung KPK || Foto: kompas.com Perbesar

Konfrensi Pers penetapan tersangka suap Tanjungbalai di gedung KPK || Foto: kompas.com

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka penerimaan hadiah atau janji terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021 pada Kamis (22/4/) malam.

Mereka yang ditahan yakni penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju dan seorang pengacara asal Maluku Utara, Maskur Husain.

“Untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik melakukan penahanan terhadap pada tersangka yaitu SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan MH ( Maskur Husein) masing-masing untuk 20 hari ke depan terhitung dimulai tanggal 22 April 2021 sampai dengan 11 Mei 2021,” ucap Ketua KPK Firli Bahuri seperti dilansir dari kompas.com, Kamis (22/4) malam.

Firli mengatakan, Stepanus Robin Pattuju ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, sedangkan Maskur Husein ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Selain kedua tersangka itu, KPK menetapkan Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial sebagai tersangka.

Namun, M Syahrial belum ditahan karena masih diperiksa di Polres Tanjungbalai.

Diduga, ada pemberian hadiah atau janji dari M Syahrial kepada Stepanus dan Maskur agar penyidikan perkara di Pemkot Tanjungbalai yang dilakukan KPK dihentikan.

Terkait perkara di Pemkot Tanjungbalai tersebut, KPK belum mengumumkan tersangka. Penyidikannya masih berlanjut.

Sementara itu, mengenai dugaan pemberian hadiah atau janji oleh Syahrial, Firli mengatakan bahwa KPK telah memeriksa delapan orang saksi dalam kasus dugaan suap ini.

Atas perbuatannya, Steppanus dan Maksur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau i dan Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu, M Syahrial dijerat pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.


Penulis: Tim

Editor: Zulfikar Saman

Artikel ini telah dibaca 234 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bocah di Ternate Tewas Terbawa Arus Saat Hujan Deras, Warga Diminta Waspada

10 Mei 2022 - 17:36 WIT

Bupati James Harap Bantuan Gedung Perpustakaan di Halbar Dijadikan Motivasi Belajar

7 April 2022 - 13:28 WIT

Bupati James Paparkan Pengembangan Parawisata ke Menteri Sandiaga

5 April 2022 - 21:08 WIT

Gift dan Merchandise di Portal B2B Indonesia

4 April 2022 - 08:23 WIT

Bupati James Diangkat Jadi Wakil Ketua DPD Demokrat Maluku Utara

15 Maret 2022 - 14:58 WIT

10 Kabupaten/Kota di Maluku Utara Masuk PPKM Level 3

1 Maret 2022 - 09:40 WIT

Trending di HEADLINE