Kelangkaan Bahan Bakar Minyak Tanah (BBMT) subsidi di Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, tak akan berakhir. Jika pangkalan dan pengecer masih bermain.
Data yang dikantongi zonamalut.id, jatah kuota BBMT subsidi khususnya di wilayah Morotai Jaya sebanyak 40 ton perbulan.
Ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Pulau Morotai Nomor 100.3.3.2/228/KPTS/PM/2025 tentang penunjukan pangkalan bahan bakar minyak tanah Kabupaten Pulau Morotai yang dikeluarkan pada 03 Juni 2025 dan di tandangi oleh Bupati Rusli Sibua.
Dalam SK tersebut, jatah BBMT subsidi di wilayah Morotai Jaya yang tersedia di 14 Desa itu terdapat 40 ton perbulan yang di kelola oleh dua Pangkalan yakni Muhammad Reza sebanyak 30 ton dan Muhdar Hi Aras sebanyak 10 ton.
Hanya saja dalam penjelasan Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop, Ati dan Sekertaris Disperindagkop membantah terkait jatah kuota BBMT subsidi di wilayah Morotai Jaya, Rabu (17/09/2025).
Kabid bilang, bahwa jatah BBMT subsidi di wilayah Morotai Jaya tidak sampai 40 ton perbulan.
“Untuk Morotai Jaya, kami punya pembagian jatah atau kuota itu berdasarkan jumlah KK. Jadi, jumlah KK di Morja sebanyak 2.919 dengan total kuota hanya 20 ton yang terbagi di 2 pangkalan yakni pangkalan, Muhammad Reja tangani 7 Desa dan pangkalan Muhdar Hi. Aras tangani 7 Desa,” terangnya
“Jadi kuota Morotai Jaya ini sejak dulu tetap 20 ton. Tidak sampai 40 ton,” sambungnya
Disinggung soal SK, Ati tetap bersikeras bahwa kuota di Morotai Jaya 20 ton itu kadang naik, kadang juga dia turun. Kalau ada kenaikan kuota maka kita rekomendasi ke satu pangkalan lagi.
Contoh seperti bulan kemarin di Desa Wawama, Kecamatan Morsel belum ada stok BBMT. Nah itu yang kami arahkan di situ untuk dijual arena mereka membutuhkan,” Jelasnya
“Artinya jika terjadi kekurangan minyak tanah di Desa atau Kecamatan A, maka bisa dialihkan ke Desa atau Kecamatan tersebut. Walau pun itu jatah pangkalan B, tapi bisa dialihkan ke pangkalan A,” katanya
Sementara untuk 7 Desa di Morotai Jaya yang belum menerima jatah minyak tanah, Ati mengaku, bahwa soal keluhan warga 7 Desa di Morotai Jaya yang belum menerima jatah penyaluran minyak tanah.
“Kami sampai sekarang belum dapat laporan dari pengecer maupun pangkalan bahwa ada Desa yang belum tersalur minyak tanah. Itu belum ada laporan dari mereka,” ungkapnya
Kemudian terkait dengan penyaluran BBMT di tanggal 9 September 2025 untuk Morotai Jaya, saat ini saya masih melakukan konfirmasi dengan pangkalan Muhammad Reja.
“Jadi di tanggal 9 itu, kami punya kuota BBMT yang di tangani oleh Muhammad Reja memang ada masuk 10 ton. Cuma nanti kami tanya lagi,” akunya
Sementara itu, Sekertaris Disperindagkop Pulau Morotai, Syamsul Bahri Radjab, menambahkan bahwa kuota BBMT di Morotai tidak pernah bertambah.
“Maka kami sampaikan ke pangkalan, kepala desa agar data KK itu dimasukan ke pengecer supaya pembagiannya merata sesuai dengan KK,” singkat Syamsul.
Editor: Jainal Wahab












