Pedagang pasar rakyat gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan adanya pencurian di stand mereka berjualan.
Aksi para pencuri itu dilakukan pada malam hari saat pasar tutup. Kondisi tersebut mengakibatkan kerugian bagi para pedagang. Jumlahnya diperkirakan hingga jutaan rupiah.
Akibatnya, para pedagang yang ada di pasar rakyat gotalamo mulai resah dan mengeluhkan maraknya aksi pencurian yang kerap menggasak barang dagangan mereka.
Salah satu pedagang pasar rakyat gotalamo, Mariam mengaku barang dagangan yang dicuri pada Sabtu subuh 21 Juni 2025 itu berupa beras ayam jago sebayak 6 karung.
“Beras hilang itu saya taru di meja yang terbuat dari kayu di dalamnya,” kata Mariam kepada wartawan, Selasa (24/6/2025).
Mariam bilang, usai menjual ia langsung pulang ke rumahnya di Desa Nakamura.
“Setelah jualan, saya bersih-bersih dan langsung pulang ke rumah,” terangnya
Menurut Mariam, kejadian ini bukan baru pertama kali. Namun sudah berulangkali. Akibatnya ia mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah.
“Bukan baru pertama kali ini saja, tapi di bulan April lalu juga saya punya susu nona hilang ada 6 kaleng, kemudian laci saya di rusak karena mereka mau mencuri uang mungkin tapi tidak berhasil. Saya rugi itu Rp 2,5 juta,” katanya
Padahal, lanjut Mariam, di lokasi tersebut ada security yang berjaga malam. Namun tidak efektif. Sebab barang di pasar masih saja hilang. Oleh karena itu, ia berharap hal tersebut dapat diperhatikan oleh Pemda Morotai.
“Ada security, dan saya tanya mereka, dan mereka bilang jaga sampe pagi. Tapi barang ilang mereka tidak tahu,” jelasnya
Sementara itu, Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane saat dikonfirmasi wartawan menegaskan akan memanggil security yang bertugas di pasar tersebut. Hal tersebut dilakukan, agar security yang bertugas di pasar tersebut lebih maksimal.
“Sebenarnya di situ ada security, nanti kami cek security nya. Supaya mereka bisa jaga lebih maksimal lagi,” singkat Rio.
Penulis: Faisal Kharie












