Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 12 Jun 2021 15:37 WIT ·

MCK Di Falabisahaya Bermasalah, Polres Sula Diminta Panggil Mantan Plt Kadis PUPRPKP


 MCK Di Falabisahaya yang sudah terawat Perbesar

MCK Di Falabisahaya yang sudah terawat

SANANA – Pembangunan (Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Komunal Kombinasi Mandi Cuci Kakus (MCK) yang dikerjakan pada tahun 2018 di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara mendapatkan tanggapan serius dari warga desa Falabisahaya Harce Umamit, Sabtu (12/6/21)

Kepada awak media Harce meminta agar pihak Polres Sula dapat memeriksa mantan Plt Kadis PUPRPKP karena pembangunan tersebut tidak sesuai RAB.

Harce bilang, pembangunan MCK yang terletak di halaman belakang rumahnya itu sangat tidak layak dan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditentukan dalam dokumen kontrak.

“MCK tersebut tidak bisa digunakan, sedangkan anggaran MCK tersebut senilai Rp560.000,00,” ujarnya.

“Nominal anggaran pembuatan pembangunan MCK yang ada dibelakang halaman rumah saya itu sangat besar nilainya, tetapi kenapa pembangunan MCK ini sangat hancur dan tidak layak digunakan untuk masyarakat disekitar sini,” tambahnya.

Harce menuturkan Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) yakni Mantan Plt Kadis PUPRPKP Sula, Nursaleh Bainur, ST itu harus bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah ia lakukan sebab pihaknya merasa dirugikan karena pembuatan MCK tersebut Berada dilingkungan rumahnya.

“Sebelum adanya pembangunan MCK disini, kami sudah memiliki WC pribadi yang letaknya persis ditempat pembangunan MCK tersebut,” jelas Harce.

Harce bilang, dengan adanya pembangunan MCK itu, maka WC pribadi kami pun dibongkar dan kami harus rela membuang hajat ke WC tetangga sebelah.

Mirisnya lagi, lanjut Harce, MCK yang ada ini bukan lagi digunakan untuk masyarakat akan tetapi MCK tersebut disulap menjadi tempat sampah, dan tempat tidur kambing dan tikus.

“Saya berharap DPRD Kabupaten Kepulauan Sula malalui Komisi III dan Polres Sula segera panggil dan periksa mantan Kadis PUPRPKP Sula Nursaleh Baenuru,ST, karena diduga telah melakukan tindak penyalahgunaan kekuasaan dan dugaan tindak pidana korupsi anggaran pembangunan MCK tersebut”,tegasnya.

Menurut Harce ,tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang berakibat pada praktek-praktek korupsi harus mendapat perhatian serius para penegak hukum di kepulauan Sula.


Penulis: Imelda
Editro: Chaca

Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Soal Usulan Pejabat, Bupati Morotai Sebut Media Provokator

17 Mei 2022 - 11:43 WIT

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Unggul di 4 TPS, Riswan S Totona Siap Dilantik jadi Kades Daruba

13 Mei 2022 - 13:03 WIT

Selisih 249 Suara, M. Aridh Pua Menang Telak di Pilkades Muhajirin

12 Mei 2022 - 20:55 WIT

AWPI Halmahera Utara Sosialiasi Peran Media dan Perkara Hukum kepada Pelajar

12 Mei 2022 - 09:49 WIT

Trending di DAERAH