Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 15 Des 2021 20:52 WIT ·

Minta Kasus Ketum GMIH Di-SP3, Ratusan Massa Geruduk Polres Halmahera Utara


 Minta Kasus Ketum GMIH Di-SP3, Ratusan Massa Geruduk Polres Halmahera Utara Perbesar

Ratusan masa aksi yang tergabung dalam forum peduli Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) menggelar unjuk rasa di depan Polres Halmahera Utara, Maluku Utara Rabu (15/12).

Mereka meminta dugaan kasus pemalsuan yang ikut menyeret Ketua Umum GMIH dan beberapa orang lainnya, segera dihentikan atau SP3.

“Karena kuat dugaan tidak memenuhi dua alat bukti lalu pihak penyidik terkesan tetap memaksakan dan menetapkan mereka sebagai tersangka,”ujar Pdt Marson Lela selaku Koodinator Aksi dalam orasinya.

Amatan zonamalut, ratusan masa aksi tersebut tiba di lokasi sekitar pukul, 11.00 WIT. Sayangnya, setelah berorasi mereka tidak mendapat sambutan baik dari jajaran petinggi perwira di Mapolres Halmahera Utara.

“Kami sangat kecewa dengan sikap Pak Kapolres Halmahera Utara dan jajarannya karena tidak mau peduli dengan kedatangan kami, sangat kecewa dan dipastikan kami akan melakukan aksi kembali dengan kekuatan masa yang lebih banyak lagi,” jelas Pdt Marson

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Tobelo GMIH, Pdt Aflariano Melesen mengaku, kecewa dengan sikap Polres Halmahera Utara.

“Jelas kami kecewa, karena merasa tidak dihargai Kapolres dan jajaran seakan menghilang, ini sungguh tidak profesional,” kata dia.

Terpisah, Selfianus Laritmas, selaku Kuasa Hukum, mengatakan penyidik harus lebih profesional dalam penanganan kasus dugaan pemalsuan dokumen terhadap kliennya.

“Hal ini disebabkan karena sudah terlihat jelas saat dikembalikan SPDP oleh Penuntut Umum,

Sehingga lanjut dia, Polisi harus memiliki niat yang baik untuk menghentikan perkara ini.

“Apalagi perkaranya tidak ada yang dirugikan dan pihak pelapor sudah berbedah organisasi dengan Pdt Dr Demianus ice dan kawan-kawan,” tuturnya

Dengan demikian, Ia minta penyidik agar perkara yang sifatnya perdata janganlah dipaksakan ke Pidana.

“Aapalagi berkaitan dengan Perkara gereja yang belum ada satupun putusan yang memenangkan Pihak pelapor, “tandasnya mengakhiri.


Penulis: Jovi

Artikel ini telah dibaca 400 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Capai Target Vaksinasi, Pemda Morotai Diberikan Penghargaan

22 Januari 2022 - 18:55 WIT

Sejumlah Daerah dan BUMN Dapat Penghargaan Dari Gubernur Malut

22 Januari 2022 - 18:09 WIT

Pembangunan Panggung Live Music dan WFC Zona II di Morotai Rp 19,9 Miliar

22 Januari 2022 - 14:54 WIT

Februari, Bupati Morotai Bakal Resmikan Semua Fasilitas Wisata

22 Januari 2022 - 14:39 WIT

Kejari Halmahera Utara Resmi Tahan 2 Tersangka Korupsi Dana Hibah Panwaslu

22 Januari 2022 - 12:13 WIT

Tumbangkan Tobelo Utara, Basanohi FC Optimis Juara Piala Bupati Cup II

21 Januari 2022 - 20:28 WIT

Trending di DAERAH