NHM Berikan Edukasi Kebencanaan untuk  Siswa SD di Lingkar Tambang

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal keselamatan.

Melalui tim Social Performance (SP), NHM mengadakan acara Edukasi Penanggulangan Bencana Alam di beberapa sekolah dasar yang ada di wilayah lingkar tambang.

Di antaranya yang sudah dilaksanakan adalah di SD Adven Bori, Kao Utara pada bulan kemarin dan di SD Inpres Takome Gamlamo Makaeling, Kao Teluk juga berlangsung dilaksanakan.

Halmahera Utara sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki resiko bencana alam yang relatif tinggi, termasuk di sekitar area lingkar tambang. Salah satu lingkungan yang paling rentan di saat terjadinya bencana adalah sekolah-sekolah. Untuk itulah dalam membangun ketangguhan di setiap sekolah diperlukan pengetahuan manajemen bencana yang baik dan melibatkan semua komponen yang ada di sekolah, termasuk murid-muridnya.

Desa Bori contohnya, merupakan salah satu desa di Halut yang berpotensi rawan terhadap bencana alam. Di mana posisi pemukimannya dihimpit ketat oleh laut dan perbukitan, sehingga musim hujan dapat meningkatkan risiko bencana longsor dari perbukitan yang jaraknya sangat dekat dengan pemukiman warga.

Selain itu, berada di pesisir laut, warga Bori juga sangat rentan terhadap ancaman abrasi akibat gelombang pasang.

Edukasi Kebencanaan yang dilaksanakan di Desa Bori dihadiri oleh Kepala Desa, Kepala Sekolah beserta seluruh guru dan murid-murid SD Adven Bori. Dari pihak NHM yang hadir adalah tim SP dari Divisi Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat (PPM), para Koordinator Kecamatan dan Asisten Lapangan. Kegiatan dibuka oleh Herdiyanto Bitjara selaku Korlap Kao Utara dengan mengucapkan terimakasih kepada pihak SD Adven dan perangkat Desa Bori yang telah memberikan kesempatan kepada NHM untuk dapat melaksanakan kegiatan ini, di mana desa Bori sebagai desa pertama dari kegiatan ini.

Salim Ahmad, Supervisor Sustainable Development SP NHM menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah menjaga lingkungan belajar untuk menjamin keberlanjutan proses belajar-mengajar yang aman, melalui penyiapan sumber daya komunitas sekolah mengenai mitigasi atau membangun kesiap-siagaan terhadap bencana.

“Ini penting untuk memberikan edukasi kebencanaan pada anak usia dini, untuk itu maka kami lebih memfokuskan sasaran sosialisasinya ke Sekolah Dasar yang juga desanya paling rentan terhadap bencana alam,” jelasnya.

Simulasi bersama para murid juga diadakan untuk melatih respon mereka jika terjadi bencana dan cara menangani resiko yang ditimbulkan.

“Dalam edukasi kebencanaan ini, selain memberikan pengetahuan untuk menumbuhkembangkan sikap kepedulian terkait bencana alam, kami juga melakukan praktek simulasi evakuasi ketika terjadi bencana gempa bumi,”tambahnya.

Welly Lumahu, Kepala Desa Bori sekaligus Ketua Komite SD Adven Bori kepada tim Komunikasi menuturkan bahwa di desa mereka selain bencana gempa bumi yang umum terjadi, sambaran petir, abrasi laut dan banjir juga sering terjadi.

“Walaupun sejauh ini belum ada korban jiwa, tapi kerugian materil kerap dialami. Seperti yang terjadi baru-baru ini di mana rumah warga terbawa hanyut oleh abrasi laut. Selain itu desa kita juga dialiri dua sungai yang ketika hujan sudah pasti akan timbul banjir,” tuturnya.

Lilian Makatika, S.Pd, selaku Kepala SD Adven Bori dalam sambutannya mengakui bahwa kegiatan edukasi ini sangatlah penting sebagai pengetahuan untuk para guru dan murid.

“Kami berterimakasih kepada NHM yang telah melaksanakan sosialisasi ini di sekolah kami. Ini merupakan kali pertama sosialisasi kebencanaan ini dilakukan di sekolah kami,” ungkapnya.

Sama halnya dengan sosialisasi yang dilakukan di SD Inpres Takome Gamlamo Desa Makaeling, Kao Teluk. Ditemani para guru, puluhan pelajar SD tersebut antusias menerima berbagai edukasi yang diberikan oleh tim SP NHM. Mulai dari literasi kebencanaan, hingga saat simulasi dilaksanakan. Pihak sekolah sangat berterimakasih kepada NHM yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut mengingat pentingnya pengetahuan dasar sejak dini bagi para murid dan guru dalam tanggap menghadapi bencana, mengingat Desa Makaeling juga salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana di Kecamatan Kao Teluk.

Program Edukasi Kebencanaan ini akan terus dilaksanakan di kecamatan-kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Kao, Kao Barat dan Malifut. Bahkan jika memungkinkan, di satu kecamatan untuk dapat dilaksanakan tidak hanya di satu desa.


Penulis: Jovi

Editor: Zulfikar Saman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *