Pelaku Kasus Pembacokan di Halmahera Utara Terancam 5 Tahun Penjara

Polres Halmahera Utara ketika menggelar konferensi pers dugaan kasus pembacokan || Foto: Istimewa

Tersangka inisial NM alias Nabil (18) dugaan kasus pembacokan di Halmahera Utara, Maluku Utara, terancam 5 tahun penjara.

Ini diungkapkan Kapolres Halmahera Utara, AKBP Moh Zulfikar Iskandar dalam konferensi pers, pada Rabu (18/10).

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Moh Zulfikar Iskandar dalam kegiatan konferensi pers yang didampingi Kasat Reskrim, IPTU M Toha Alhadar.

Kasi Humas, IPTU Kolombus Guduru, Kanit II Pidum Ipda Andi Muh. Ihsanul Amal mengatakan.

Setelah melakukan penyelidikan kurang lebih dua bulan, penyidik akhirnya memperoleh alat bukti yang cukup yang menunjukkan keterlibatan terduga.

Sehingga pada tanggal 7 Oktober 2023, Tim Sat Reskrim Polres Halut berhasil mengamankan pelaku berinisial NM alias Nabil (18) bersama barang bukti.

“Berupa satu buah celana pendek jeans merk hugo dengan bercak darah milik korban, sedangkan barang bukti parang masih dalam pencarian,” kata Kapolres.

Dikesempatan tersebut, Kapolres menceritakan kronologis kejadiannya. Dimana pada tanggal 10 Agustus 2023 sekitar Pukul 21.00 WIT.

Korban Josten Rasai (21) saat itu berada di Desa Samuda, yang hendak pergi ke Desa Bale untuk mengambil kiriman dari istrinya.

Namun setiba di Desa Bale tepatnya di rumah Neta, korban melihat rumah dalam keadaan terkunci.

Sehingga korban melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor ke arah selatan, dan mampir di depan kios Hi Joba.

Di depan kios Hi Joba, korban melihat ada beberapa teman juga berada disitu kurang lebih lima orang yang sedang duduk.

Kemudian kurang lebih 30 menit, korban dan teman-temannya lain melihat sebuah sepeda motor yang melaju dari arah selatan ke utara saling berboncengan sambil memegang sebilah parang.

Saat itu juga korban mengajak rekannya untuk pergi bermain domino di desa Samuda.

Kemudian empat rekannya dari korban pergi meninggalkan korban dan satu teman, dan sekitar 15 menit korban dan temannya melihat lagi sepeda motor yang berboncengan dari arah utara ke selatan.

Karena arah sepeda motor tersebut menuju ke arah korban, maka teman korban (Stenly) mengajak korban.

“Ayo lari sebab, di motor itu ada yang membawa parang, dan saat itu juga rekan korban stenly langsung melarikan diri,” tuturnya

Karena tinggal sendiri, kata Kapolres, korban kemudian bergegas menuju ke kendaraan roda dua yang ia bawah yang sedang terparkir di rumah teman.

Saat korban hendak menghidupkan kendaraan, tiba-tiba pengendara yang membawa parang datang langsung menghampiri korban.

Kemudian mereka menayangkan kepada korban, kami orang mana?. Jawab korban, saya orang Samuda.

“Mendengar jawaban korban, kemudian pelaku langsung melakukan penganiayaan terhadap korban,” ungkapnya

Atas perbuatan tersebut, tambah Kapolres, pelaku dikenakan Pasal 351 ayat (2) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Jadi untuk motifnya masih perlu pendalaman lebih lanjut,” tandasnya


Penulis: Jovi Pangkey
Editor: Faisal Kharie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *