Sebanyak 39 mahasiswi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi diwisudakan.
Wisuda perdana Program Studi S1 Kebidanan tahun Akademik 2024/2025 yang berlangsung di ruang aula lantai dua kantor Bupati Morotai pada, Sabtu (03/5/2025). Dilakukan secara daring.
Dihadiri dua orang dosen Prodi Kebidanan ITSK, Reny Retnaningsih dan Rosyidah Alfitri.
Sekda Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, dalam sambutannya ketika menghadiri wisuda daring menyampaikan bahwa atas nama Pemda dan masyarakat Pulau Morotai mengucapkan dan sukses kepada 39 orang wisudawan/i yang telah resmi menyandang gelar sebagai tenaga kesehatan profesi kebidanan.
“Kehadiran tenaga kesehatan sangatlah strategis ditengah komitmen Pemda Morotai untuk memperluas akses dan kualitas kesehatan hingga ke desa-desa di Pulau terluar ini,” ucap Umar.
Untuk itu, Sekda mengajak kepada wisudawan untuk menjadikan ilmu dan keterampilan yang saudara-saudara peroleh. Bukan semata untuk mencari pekerjaan, tetapi untuk membawa perubahan positif ditengah masyarakat.
“Menjadi tenaga kesehatan, berarti menjadi garda terdepan dalam menjaga pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya
Dikesempatan tersebut, tambah Sekda, kami juga menyampaikan apresiasi kepada ITSK atas kemitraan dan kontribusinya dalam mencetak SDM kesehatan asal Pulau Morotai.
“Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk pembangunan Pulau Morotai kedepan, dan apresiasi ini juga kepada ibu-ibu wisudawati karena selam ini telah membiayai pendidikannya sendiri,” terangnya
Sementara itu, Kepada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Morotai, Anhar Tufur, mengatakan bahwa pendidikan kesehatan ini dipandang sangat penting di Pulau Morotai, demi menjawab tantangan kesehatan ke depan.
Karena kami sangat yakin bahwa tantangan masalah kesehatan ke depan tidak mudah, dan bersyukur para mahasiswa yang telah mengikuti pendidikan ini. Tentunya dalam rangka untuk meningkatkan potensi diri.
“Mudah-mudahan setelah kembali dari sini nanti, bisa berdampak kepada pelayanan masyarakat di mana tempat mereka bertugas,” kata Anhar.
“Kepada wisudawati tolong sampaikan dan berikan motivator kepada saudara atau teman D3, agar mereka bisa mengikuti pendidikan S1, karena sangat berdampak pada pelayanan kesehatan di Pulau Morotai,” sambungnya
Terpisah, Koordinator Pendidikan ITSK Pulau Morotai, Kausil Umakaapa dalam laporannya menyampaikan terimakasih kepada wisudawati sarjana kebidanan yang telah menyelesaikan pendidikan di ITSK pada siang hari ini.
Menurutnya, selaku koordinator dirinya tertarik dengan adanya keputusan Menteri Kesehatan pada tahun 2019. Dimana Menteri menyatakan bahwa seorang tenaga kesehatan apabila memberikan pelayanan kesehatan minimal berijazah S1.
“Dengan dasar inilah saya selaku putra daerah tertarik untuk membuka lowongan pendidikan jarak jauh, dengan melibatkan institusi teknologi sains dan kesehatan,” jelas Kausil.
“Jadi dari total wisudawati 39 orang ini 2 orang berasal dari Kabupaten Halut dan Kabupaten Hasel, sementara untuk 37 orang dari Morotai,” sambungnya
Tak hanya itu, tambah Kausil, pada bulan September akan lagi ada wisuda sebanyak 18 orang yakni Kabupaten Pulau Morotai 16 orang dan Kabupaten Halmahera Selatan 2 orang.
Kemudian pada tahun 2026 tepatnya di bulan Februari akan ada wisuda sebanyak 133 orang yakni Keperawatan 51 orang dan Kebidanan 82 orang.
“Jujur saja, saya selaku putra daerah merasa bangga dengan capaian ini,” tandasnya
Penulis: Faisal Kharie












