Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 23 Nov 2022 06:29 WIT ·

PN Tobelo “Tunda” Sidang Tuntutan Kasus Pengrusakan Rumah Adat di Halmahera Utara


 Proses persidangan perkara pengrusakan rumah adat yang berlangsung di ruang sidang Pengadilan Negeri Tobelo || Foto: Humas PN Tobelo Perbesar

Proses persidangan perkara pengrusakan rumah adat yang berlangsung di ruang sidang Pengadilan Negeri Tobelo || Foto: Humas PN Tobelo

Sidang penuntutan terhadap terdakwa inisial DIB dan Cs-nya, atas perkara pengrusakan rumah adat Suku Boeng di Desa Doro, Kecamatan Kao Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, ditunda pada Selasa tanggal 29 November 2022.

Agenda sidang tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tobelo, pada Selasa (22/11). Para terdakwa dihadapkan langsung dari ruang sidang online di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tobelo.

Juru Bicara (Jubir) PN Tobelo, Hendra Wahyudi, yang juga Hakim aktif mengatakan bahwa keadaan yang memberatkan perbuatan para terdakwa yaitu meresahkan masyarakat, menggangu stabilitas masyarakat adat, berbelit-belit dalam persidangan.

“Perbuatan para terdakwa telah merusak pintu rumah adat dan merugikan masyarakat adat suku boeng, kemudian para terdakwa tidak menyesali perbuatannya. Sehingga keadaan yang meringankan para terdakwa belum pernah dihukum,” ungkap Hendra, kepada wartawan.

Dalam sidang itu, lanjut Hendra, para terdakwa mengajukan permohonan secara lisan kepada Majelis Hakim agar perkara yang dialaminya dikembalikan kepada masyarakat adat untuk diselesaikan secara hukum adat.
Sedangkan penasehat hukum para Terdakwa yaitu Abraham Nikijuluw, akan mengajukan pembelaan (Pledoi) secara tertulis.

“Terdakwa mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim, sehingga Hakim menunda persidangan, dan sidang tuntutan kembali diagendakan di hari Selasa pekan depan,” jelasnya

Diketahui, sebelum sidang tuntutan perkara pengrusakan rumah adat ditunda, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Halmahera Utara, Satya Marta Ruhiyat telah membacakan tuntunan tersebut.

Dimana, dalam pendapat JPU bahwa para terdakwa telah terbukti secara Sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (2) KUHP.

Sehingga, menuntut agar para terdakwa dijatuhi hukuman pidana masing-masing selama 2 tahun penjara, dengan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani, karena keadaan yang memberatkan dan yang meringankan pada diri para terdakwa sehingga penuntut umum mengajukan tuntutan pidana.


Penulis: Jovi Pangkey
Editor: Faisal Kharie

 

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Geledah Kantor dan Rumah Mantan Kades, Kejari Halmahera Utara Amankan Sejumlah Dokumen

30 November 2022 - 06:59 WIT

Capaian Pendapatan Pajak Kendaraan di Halmahera Melebihi Target

29 November 2022 - 14:53 WIT

Pemprov Malut Didesak Selesaikan DBH Halmahera Utara Rp 48 Miliar

29 November 2022 - 14:46 WIT

Sebuah Rumah Kayu di Morotai Ludes Terbakar

28 November 2022 - 19:07 WIT

Tiga Terdakwa Kasus TPU di Morotai, Divonis 1 Tahun Penjara

28 November 2022 - 13:12 WIT

Menparekraf: Fasilitas Pulau Dodola Belum Optimal

27 November 2022 - 16:56 WIT

Trending di DAERAH