Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 31 Agu 2021 20:28 WIT ·

Polres Morotai Bongkar Paksa Pemalangan Jalan, Pemilik Lahan Mengamuk


 Sejumlah Anggota Kepolisian Resort Polres Kabupaten Pulau Morotai, Ketika Membuka Pemalangan Jalan Masuk Pasar Rakyat Gotalamo II Perbesar

Sejumlah Anggota Kepolisian Resort Polres Kabupaten Pulau Morotai, Ketika Membuka Pemalangan Jalan Masuk Pasar Rakyat Gotalamo II

DARUBA – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara melakuan pembongkaran secara paksa jalan menuju Pasar Rakyat Gotalamo ll Pulau Morotai, yang dipalang oleh pemilik lahan menggunakan batu dibahu jalan, Selasa (30/8).

Amatan zonamalut.id, Pembongkaran pemalangan jalan yang dilakukan oleh polisi pada pukul 21.00 WIT itu sempat terjadi adu mulut, karena pemilik lahan Rivando mengamuk di lokasi.

Jalan yang dipalang oleh pemilik lahan dibahu jalan itu sejak bulan Maret, lebar lahan 15 dan panjang 25 meter dengan volume 375 itu hingga kini belum diselesaikan oleh Pemda Morotai.

Pemilik lahan Rivando mengaku, Telah menerima kabar bahwa batu yang digunakan untuk memalang jalan masuk Pasar itu telah dibuka, hanya saja dirinya tidak mengetahui siapa yang membuka batu itu.

Setelah beberapa menit kemudian Patroli Samapta Polres Morotai datangi lokasi palang jalan dan meminta pemilik lahan ke Kantor Polres untuk meminta penjelasan masalah ini. Namun, pemilik lahan dan pihak polisi sempat terjadi perdebatan dilokasi tersebut, dan dilokasi itu juga terdapat dua orang anggota DPRD Morotai yang ikut menyelesaikan masalah pemalangan jalan.

“Yang pertama dong buka saya tara tau sapa yang buka, terus aparat kepolisian datang satu patroli, dan disitu ada anggota DPRD juga, setelah itu saya pulang ambil bukti-bukti lahan dan saya kembali menjelaskan,”aku Rivando.

Aksi pemalangan jalan yang ia lakukan itu, lanjut Rivandl, Karena sejauh ini pihak Pemda tidak menanggapi.

“Memang belum bayar sama sekali tanah ini dari volume 375 itu, saya minta di Pemda 400 juta. Tapi, sampe hari ini belum ada tanggapan dari Pemda,”terangnya.

Kapolres Pulau Morotai, A’an Hardiansyah

Namun, aksi perdebatan itu tidak berlangsung lama karena Kapolres Pulau Morotai AKBP A.an Hardiansyah, mendatangi lokasi pemalangan jalan. Setibanya Kapolres langsung menyampaikan aturan hukumnya didepan pemilik lahan.

Setelah menyampaikan aturan hukum, Kapolres langsung memerintahkan anggotanya untuk membuka batu yang di gunakan untuk pemalangan.

“Perintah undang-undang. Ini jalan umum. Buka-buka semua batu itu dan bawah ke Polres bicara di kantor,”perintah A’an, ketika dikonfirmasi wartawan.

A.an bulang, Jangan mengganggu jalan umum. Sebab, ini ada aturaan undang-undangnya.

“Jadi kalau memang ada hak disini silahkan ajukan gugtan Perdata. Kalau nanti sudah jelas gugatan Perdata kami Polisi siap membantu,”ucapnya.

A.an mengaku, Sebelum pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait dengan pemalangan jalan tersebut.

“Awalnya kita sudah melakukan pengingat, kita sudah melakukan sosialisasi, pendekatan-pendekatan dan kearifan lokal kita upayakan, tapi sampai dengan saat ini begini masih terus,”akunya.

Menurut A’an, Hal ini jika sudah melakukan tindakan-tindakan diluar hukum dan mengganggu fungsi dari pada jalan.

“Sesuai dengan pasal 12 dan pasal 63 undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan. Otomatis kami juga melakukan tindakan tegas dengan upayah perentif, prefentif sudah kita laksanakan,”katanya.

Lebih A’an menjelaskan, Kronologis dilokasi pemalangan jalan itu pemilik lahan sempat tertangkap tangan oleh anggota Samapta saat pemilik lahan menyusun batu.

“Dari hasil tersebut kemudian melaporkan kepada saya selaku Kapolres saya perintahkan, tolong untuk warga pada saat itu yang bersangkutan membawa batu tolong diamankan dibawa kepolres dulu,”jelasnya.

Dengan adanya masalah tersebut, A.an lantas mengimbau kepada masyarakat agar sebelum bertindak harus membaca aturan perundang-undangan, atau berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Sebelum melakukan tindakan harus cerdas dan baca lagi aturan perundang-undang hukumnya. Kalau memang belum paham silahkan bisa berkoordinasi denagan polisi-polisi terdekat atau saya sendiri (Kapolres) juga boleh silahkan berkoordinasi,”imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua Fraksi GAN DPRD Morotai, Fadli Djaguna, yang didampingi Ketuanya, Ruslan Ahmad mengatakan, Kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh, karena kami juga belum paham dengan masalah lahan ini.

“Nanti kami sidak masalah lahan semua, baru kami berikan penjelasan,”singkat Fadli.


Penulis: Faisal

Artikel ini telah dibaca 351 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Soal Usulan Pejabat, Bupati Morotai Sebut Media Provokator

17 Mei 2022 - 11:43 WIT

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Unggul di 4 TPS, Riswan S Totona Siap Dilantik jadi Kades Daruba

13 Mei 2022 - 13:03 WIT

Selisih 249 Suara, M. Aridh Pua Menang Telak di Pilkades Muhajirin

12 Mei 2022 - 20:55 WIT

AWPI Halmahera Utara Sosialiasi Peran Media dan Perkara Hukum kepada Pelajar

12 Mei 2022 - 09:49 WIT

Trending di DAERAH