Jelang satu tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI, hingga saat ini terdapat banyak prospek moderasi umat beragama yang semakin baik dengan melibatkan berbagai elemen tokoh keagamaan di setiap kegiatan yang memiliki skop nasional.
Selain itu juga dapat dirasakan berbagai dampak sosial yang positif di Maluku Utara dan Halmahera Utara, melalui program asta cita, khusunya pada point meningkatnya toleransi antar umat beragama di Indonesia.
Ustad M. Yahya, pimpinan Ponpes Al-Khairaat Tobelo menyampaikan salah satu kontribusi Ponpes Al-Khairaat Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, dalam hal mewujudkan asta cita adalah dengan mengajarkan kepada para santri mengenai pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama, serta meningkatkan harmonisasi kehidupan bermasyarakat dengan lingkungan, alam, dan budaya.
“Ini sejalan dengan salah satu prinsip yang selalu diterapkan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo-Gibran yaitu memperkuat dialog antaragama melalui forum-forum formal maupun informal,” kata Yahya.
Ia mengimbau kepada seluruh pemuda secara umum di Halmahera Utara dan Maluku Utara, agar menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, khusunya jelang saat dan pasca satu tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo-Gibran.
“Selama kepemipinan beliau, banyak mengambil langkah penting dengan melibatkan organisasi lintas keagamaan, dan mendengarkan, serta menerima aspirasi para tokoh agama dalam rangka mencari solusi terbaik untuk mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia,” pungkasnya
Penulis: Jovi Pangkey












