Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

Uncategorized · 29 Jun 2021 16:18 WIT ·

PUPR Morotai Akui Kesulitan Menagih Tunggakan Pajak Galian C


 Plt. Kepala Dinas PUPR Morotai, Ramlan Drakel || Foto: Irjan Djaguna Perbesar

Plt. Kepala Dinas PUPR Morotai, Ramlan Drakel || Foto: Irjan Djaguna

DARUBA – Sejumlah kontraktor yang menangani paket proyek dariKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, masih menunggak pembayaran pajak Galian C.

”Proyek-proyek yang belum lakukan pembayaran Galian C itu seperti pembangunan Talud di Desa Buho-buho Kecamatan Mortim, dan pembangunan Miamari di Desa Juanga Kecamatan Morsel,”kata Plt. Kadis PUPR Pulau Morotai, Ramlan Drakel saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (29/6).

Ramlan mengaku, kesulitan melakukan penagihan galian C ke kontraktor yang memegang proyek dari Kementrian tersebut

“Kita kesulitan untuk melakukan penagihan Galin C, karena kita dari Dinas tidak pernah pegang, dan masalah ini kita sudah menyurat ke Kejaksaan cuman mereka tidak gubris,”katanya

”Jadi selain Kejaksaan, kami juga sudah menegur dengan melayangkan surat kepada pihak ketiga yang mengerjakan proyek Miamari, karena proyek itu Galian C di ambil di belakang lokasi CBD
dengan nilai Rp 5 Miliar,”terangnya.

Ia menyebutkan, yang menjadi kendala dalam penagihan tersebut, dikarenakan banyak kontraktor yang mengerjakan proyek dari Kementrian sudah tidak berada di Morotai.

“Selain itu, pekerjaan dari Pusat itu kita tidak dilibatkan dan kami juga kewalahan karena masyarakat punya lahan itu yang dorang (mereka) jual,”tuturnya

”Memang kita ditargetkan PAD dari hasil Galian C, tapi kami kesulitan ketika menagi biaya galin karena dari Dinas tidak dilibatkan untuk mengawasi jalannya proyek tersebut,”akunya.

Ia menambahkan, untuk Galian C anggarannya bersumber dari DAU dan DAK dan proses pencairan dilakukan melalui BPKAD Morotai.

Ia bilang, setiap pekerjaan yang progresnya sudah mencapai
100 persen, selalu di kontrol

“Karena setiap pekerjaan 60 persen dan permintaan kita sudah diwajibkan untuk membayar Galian C. Sedangkan, untuk kontraktor lokal dan kita dari Dinas rata-rata sudah lunas, tapi kontraktor dari luar yang paling besar itu timbunan di Miamari sampe sekarang ini belum,”katanya.


Penulis: M Faisal Kharie
Editor: Zulfikar Saman

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KPK Sudah Petakan Celah Korupsi dalam Tata Kelola Pinjaman PEN Daerah

4 Februari 2022 - 14:55 WIT

Bupati Halmahera Barat Temui Massa Aksi, Akses Jalan Sidangoli-Jailolo Kembali Dibuka

27 Januari 2022 - 18:18 WIT

Kalahkan Tarau , Tobohoko Juara Turnamen Pemuda CUP III Sidangoli Dehe

26 Januari 2022 - 20:32 WIT

Karamat Dukung Kabinet Tauhid-Jasri

17 November 2021 - 12:23 WIT

SK Bupati Halmahera Barat Dianulir, 7 Pejabat Nonjob Kembali ke Posisi Semula

12 November 2021 - 20:33 WIT

Panitia Pilkades MKCM, Halmahera Utara Bantah Tidak Transparan dalam Setiap Tahapan

23 Oktober 2021 - 13:13 WIT

Trending di Uncategorized