Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 1 Jun 2021 18:45 WIT ·

Reses di Morotai, Sahril Tahir Tolak Aktivitas Tambang Pasir Besi


 Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Sahril Tahir Lakukan reses di Morotai. || Foto: Enal Perbesar

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Sahril Tahir Lakukan reses di Morotai. || Foto: Enal

DARUBA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, Sahril Tahir melaksanakan Reses guna menampung aspirasi masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai yang masuk dalam daerah pemilihan (Dapil) II Halut dan Morotai, Senin (31/5) bertempat di Dokter Cafe Desa Gotalamo Kecamatan Morotai Selatan.

Amatan zonamalut.id, reses yang dilakukan oleh Politisi Partai Gerindra ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana, reses kali ini Sahril menggandeng DPD II KNPI Morotai untuk menjembatani agenda reses dengan bersama OKP dan para Aktivis yang ada di morotai.

Fitra Piga, mewakili Samurai Distrik Unipas Morotai mengatakan, saat ini yang masih sangat hangat adalah masalah tambang pasir besi, karena masyarakat morotai khususnya dilingkaran tambang Desa Pangeo memperjuangkan sikap yang sudah 11 tahun melakukan penolakan, baik dalam aksi maupun melewati petisi-petisi.

”Perjuangan kami ini tidak diindahkan namun yang ada hanya mereka mengeluarkan ijin, dan hal ini kalau dipaksakan maka sama saja membunuh masyarakat setempat. Untuk itu, kami berharap agar hal ini bisa diseriusi sehingga bisa menyampaikan dilembaga DPRD Provinsi Malut,” ungkapnya.

Mendengar aspirasi tersebut, Politisi dari Fraksi Gerindra itu langsung menanggapi terkait dengan pasir besi ini. Sahril mengatakan, dirinya juga sempat bertemu dengan adik-adik mahasiswa beberapa waktu lalu, dan menjelaskan kepada mereka bahwa selama dirinya masih di DPRD itu tetap menolak pertambangan di Morotai. Oleh karena itu itu, adik-adik mahasiswa harus bersabar karena persolan pasir besi itu jangan dilakukan di Morotai karena tingkat abrasi di Morotai sangat tinggi, begitu juga dengan pengambilan pasir di pantai.

”Yakin dan percaya saya akan teriak terus masalah pasir besi ini dan saya tetap menolak tambang ini, karena tidak ada yang nama masyarakat sejahtera,”tegas Sahril.

Sahril yang juga Ketua DPD Gerindra Provinsi Malut juga berjanji, bakal memperjuangkan semua aspirasi atau keluhan yang disampaikan para aktivis, akademisi serta masyarakat yang ada di pulau Morotai.

”Semua aspirasi ini sudah dicatat oleh staf Sekretariat Dewan dan saya akan sampaikan nantinya di agenda paripurna melalui pandangan fraksi,”janjinya.

Diketahui, acara reses itu di hadiri oleh, Fadli Djaguna Anggota DPRD Morotai, KNPI Morotai, sejumlah Akademisi, Toko Pemuda, HMI, PMII, Samurai, Togamaloka serta para aktivis.


Penulis : M Faisal Kharie
Editor : Chaca

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kompol Samsul Alam Resmi Menjabat Wakapolres Morotai

18 Mei 2022 - 17:16 WIT

Pileg 2024, Partai Demokrat Halmahera Utara Optimis Pertahankan Kursi Ketua DPRD

17 Mei 2022 - 20:25 WIT

Kamis Lusa, Marwan Sidasi Dilantik Jadi Kepala Disperkim Morotai

17 Mei 2022 - 13:16 WIT

Soal Usulan Pejabat, Bupati Morotai Sebut Media Provokator

17 Mei 2022 - 11:43 WIT

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Trending di DAERAH