Nasib pilu dialami Bapak Abdullah, seorang nelayan asal Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat. Rumah sederhana yang ia tempati bersama keluarganya kini terancam roboh akibat abrasi pantai yang semakin parah.
Setiap kali air laut pasang, ombak tidak hanya menghantam pondasi rumah, tetapi juga masuk hingga ke dalam rumah. Kondisi ini membuat keluarga Abdullah hidup dalam kecemasan setiap hari.
“Kalau ombak besar dan air pasang, lantai rumah sudah penuh air. Kami sering tidak bisa tidur karena takut rumah ambruk,” ungkap Abdullah, Kamis (21/8/2025).
Bapak Abdullah sendiri diketahui bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang sangat terbatas. Dalam sebulan, ia hanya mendapatkan sekitar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu dari hasil melaut—jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi untuk memperbaiki rumah yang rusak.
“Dengan pendapatan seperti itu, jangankan memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja pas-pasan. Saya hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah,” katanya dengan nada haru.

Fenomena abrasi di Sidangoli Dehe tidak hanya menimpa rumah Abdullah, tetapi juga beberapa rumah lain di tepi pantai. Warga berharap adanya penanganan segera, baik melalui pembangunan tanggul penahan ombak maupun relokasi.












