Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 16 Jul 2021 13:09 WIT ·

Sempat Tertunda, Proyek Pemecah Ombak Dermaga Hiri Mulai Ditenderkan


 Tanggul Pemecah Ombak (Ilustrasi) Perbesar

Tanggul Pemecah Ombak (Ilustrasi)

TERNATE – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Ternate, Maluku Utara mulai tenderkan
Proyek pembangunan pemecah ombak (breakwater) di Dermaga Hiri yang terletak di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat.

Sebelumnya, proyek pembuatan breakwater itu, sempat tertunda lantaran belum ada kejelasan terkait penggabungan nomor rekening dua intansi, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas PUPR kota Ternate.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Isnain Pansiraju mengaku, baru menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pembuatan pemecah ombak Dermaga Hiri tersebut pada beberapa hari lalu dari bagian keuangan dengan anggaran sebesar Rp 1,4 milliar.

“Dari total anggaran itu terbagi atas tiga item kegiatan. Diantaranya, penyiapan dokumen tahapan perencanaan dengan total anggaran sebesar Rp 100 juta, dokumen lingkungan, serta kegiatan fisik yang menelan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar,”kata Isnain

Ia bilang, dari ketiga item tersebut, mempunyai alokasi anggaran hanya Rp 100 juta yang tertuang dalam dokumen tahapan perencanaan, sehingga hanya melalui Penunjukan Langsung (PL).

“Pada tahapan perencanaan sendiri, ditargetkan di bulan Agustus nanti sudah harus tuntas, kemudian dilanjutkan dengan pelelangan pekerjaan fisik,”ujarnya

“Untuk pekerjaan fisik ditargetkan bulan September sudah mulai berjalan. Dan saat ini panitia juga sudah ada SK pejabat pelaksana yang ditertibkan,”sambungnya.

Disentil soal waktu pelaksanaan kegiatan fisik yang hanya berjalan sekitar tiga bulan, apakah dapat mempengaruhi kualitas breakwater, dia mengaku belum dapat memaparkan lebih terperinci.

Sebab, itu mengacu pada kerangka acuan dokumen perencanaan yang nantinya disiapkan oleh pihak ketiga.

“Prinsipnya dokumen perencanaan yang disiapkan itu akan melihat dari berbagai apsek. Terutama geometrik laut. Selain itu, proses penginputan data juga yang nantinya merekomendasikan model bangunanya seperti apa,”akuh Isnain

Sementara untuk pengembangan perencanaan, kata Isnain, PUPR hanya fokus pada sisi bagian laut, khususnya pembangunan breakwater. Sedangkan untuk sisi darat itu menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan.

“Jadi kalau untuk perencanaan pengembangan kedepan disisi darat, mungkin dari Dishub yang lebih tahu. Yang pasti untuk pelakanaan kegiatan hanya untuk kegiatan fisik dan tahapan perencanaan,” pungkasnya.


Penulis: Tim
Editor: Zulfikar Saman

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Unggul di 4 TPS, Riswan S Totona Siap Dilantik jadi Kades Daruba

13 Mei 2022 - 13:03 WIT

Selisih 249 Suara, M. Aridh Pua Menang Telak di Pilkades Muhajirin

12 Mei 2022 - 20:55 WIT

AWPI Halmahera Utara Sosialiasi Peran Media dan Perkara Hukum kepada Pelajar

12 Mei 2022 - 09:49 WIT

Pemda Halmahera Utara Distribusi Bantuan ke Korban Gempa di Desa Ngidiho

12 Mei 2022 - 09:14 WIT

Trending di DAERAH