Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 30 Des 2021 17:30 WIT ·

Sepanjang 2021, Kejari Morotai Tuntaskan 39 Perkara


 Kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai || Foto: Istimewa Perbesar

Kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai || Foto: Istimewa

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Morotai, Maluku Utara, Sobeng Suradal mengatakan bahwa, sepanjang Tahun 2021 berhasil menuntaskan 39 perkara kasus pidana khusus dan pidana umum, dari total 43 kasus berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Jadi dari 43 kasus yang ditangani itu yakni, 35 kasus Pidanan Umum dan 8 Pidana Khusus,”ucap Sobeng Suradal, Kejari Pulau Morotai, dalam Press Release, yang didampingi Kasi Pidsus David dan Kasi Intel Erly Andika Wurara Kejari Morotai, Kamis (30/12).

Sobeng bilang, untuk Pidana Khusus dari 8 kasus dugaan korupsi. Itu 4 perkara sudah masuk persidangan dan 1 dihentikan, diantaranya kasus tindak pidana korupsi anggaran pembangunan terminal (CBD) pasar Gotalamo tahun 2019-2020 terdapat kelebihan pembayaran/kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 41.285.883,75. Telah dilakukan pengembalian kerugian negara sehingga dihentikan. Kasus korupsi penggelapan anggaran dana desa Sangowo, terdakwa Joko Haryanto sudah diputuskan.

Kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran dapur sehat Desa Bido, tahun anggaran 2017, terdakwa Han Jaji sudah diputuskan. Kasus tindak pidana korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Sambiki Tua tahun anggaran 2017, terdakwa Dalsam Dalopa sudah diputuskan, dan Kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran Kantor Perwakilan Morotai (KPM) Jilid II di Jakarta tahun anggaran 2015, terdakwa Monalisa A. Hairuddin, masih dalam proses persidangan.

“Sementara 3 perkara kasus korupsi yang masih dalam tahap penyidikan, yakni dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan tanah di Bagian Pemerintahan tahun 2016, kemudian kasus tindak pidana korupsi pembagunan gedung dan bangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sangowo tahun anggaran 2018, dan kasus korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) pembagunan Mesjid Joubela tahun anggaran 2014-2016,”tuturnya.

“Untuk kasus Pidana Umum dan Pidana Khusus yang sudah masuk sampai pada tahap persidangan sebanyak 39 perkara,”sambungnya.

Ditanya target tahun 2022, Sobeng mengaku, untuk kedepan nanti kami akan tuntaskan 3 kasus dugaan korupsi yang saat ini masih dalam tahap penyidikan.

“Tahun 2022 kami selesaikan 3 kasus ini dulu, setelah itu baru saya targetkan 2 perkara baru lagi,”tandasnya.


Penulis: Faisal

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Capai Target Vaksinasi, Pemda Morotai Diberikan Penghargaan

22 Januari 2022 - 18:55 WIT

Sejumlah Daerah dan BUMN Dapat Penghargaan Dari Gubernur Malut

22 Januari 2022 - 18:09 WIT

Pembangunan Panggung Live Music dan WFC Zona II di Morotai Rp 19,9 Miliar

22 Januari 2022 - 14:54 WIT

Februari, Bupati Morotai Bakal Resmikan Semua Fasilitas Wisata

22 Januari 2022 - 14:39 WIT

Kejari Halmahera Utara Resmi Tahan 2 Tersangka Korupsi Dana Hibah Panwaslu

22 Januari 2022 - 12:13 WIT

Tumbangkan Tobelo Utara, Basanohi FC Optimis Juara Piala Bupati Cup II

21 Januari 2022 - 20:28 WIT

Trending di DAERAH