Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 30 Apr 2021 13:23 WIT ·

Tuding Kades Tidak Transparan, Warga Moiso Palang Kantor Desa


 Kantor Desa Moiso, Kecamatan Jailolo Selatan, saat dipalang warga menggunakan selembar papan Jumat (30/4). || Foto: Alan Perbesar

Kantor Desa Moiso, Kecamatan Jailolo Selatan, saat dipalang warga menggunakan selembar papan Jumat (30/4). || Foto: Alan

JAILOLO – Warga Desa Moiso, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, memalang pintu utama kantor desa dengan potongan selembar papan dengan tebal 4 cm pada Jumat (30/4) pagi.

Aksi pemalangan ini dilakukan lantaran Kepala Desa dituding tidak transparan dalam pengelolan Dana Desa (DD) tahun 2017 hingga 2020.

Ketua Pemuda Desa Moiso, Sahlan Kader, saat ditemui di kantor desa setempat mengatakan, aksi pemalangan kantor desa ini bentuk kekecewaan warga terhadap kades. Sebab tidak ada kejelasan dalam pengelolaan Dana Desa (DD).

“Terdapat 4 item pekerjaan yang masyarakat menduga ada indikasi penyelewangan anggaran, karena 4 item pekerjaan tersebut hingga saat ini tidak dapat dijelaskan oleh kepala desa,”katanya

Sahlan bilang, warga juga mempertanyakan anggaran 4 item pekerjaan. Anggaran yang dialokasikan dengan ratusan juta tersebut namun kenyataannya dilapangan hampir seluruh tidak dapat terealisasi.

“Seperti, pembangunan sarana Masjid dengan anggaran sebesar Rp. 12.750.000 tidak terealisasi. Kemudian pembangunan saluran dranise tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp. 256.960.000, dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dalam RAB tersebut pekerjaannya 500 meter namun kenyataannya dilapangan dikerjakan hanya 400 meter.

“Selain itu, penguatan kelembagaan PKK tahun 2018 anggaran 12.925.000 tidak terealisasi dan pengadaan obat rumput dengan anggaran Rp.82.200.000 pada tahun 2020 sampai sekarang tidak terealisasi,”sambungnya

Warga, kata Sahlan pun mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk bisa turun melihat persoalan tersebut.

“Kami tentunya meminta kepada Bupati, Kepala Kejaksaan, Kapolres dan Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat agar segera memeriksa keuangan desa untuk melakukan langkah hukum,”tegasnya

Kepala Desa Moiso, Idris Gula saat dihubungi zonamalu.id melalui sambungan telepon selulernya membantah adanya indikasi penyelewengan anggaran desa tersebut.

Ia menjelaskan soal pengadaan obat rumput di tahun ini katanya sebagian barangnya sudah tiba di Ternate sebanyak 250 botol obat, yang di datangkan langsung oleh supplier.

“Jadi sebagian barangnya sudah ada di Ternate, sisanya tanggal 10 baru supplier selesaikan karena sudah ada surat pernyataan dari yang bersangkutan ke saya, semisalnya kalau lewat tanggal 10 dan 11 maka dia (supplier) siap kmbalikan dana belanjanya ke saya, tetapi saya akan segera ke Ternate untuk suruh dia (supplier) antar yang ada dulu,”singkatnya.


Penulis: Zulfikar Saman

Artikel ini telah dibaca 236 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Unggul di 4 TPS, Riswan S Totona Siap Dilantik jadi Kades Daruba

13 Mei 2022 - 13:03 WIT

Selisih 249 Suara, M. Aridh Pua Menang Telak di Pilkades Muhajirin

12 Mei 2022 - 20:55 WIT

AWPI Halmahera Utara Sosialiasi Peran Media dan Perkara Hukum kepada Pelajar

12 Mei 2022 - 09:49 WIT

Pemda Halmahera Utara Distribusi Bantuan ke Korban Gempa di Desa Ngidiho

12 Mei 2022 - 09:14 WIT

Trending di DAERAH