Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Dinas PTSP Halmahera Utara Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Malam Masih Ada Anggota DPRD Morotai yang Belum Selesaikan Temuan BPK Mantan Ajudan Bupati Morotai Kalah Praperadilan di PN Tobelo DPRD Halmahera Utara Mulai Bahas RPJMD Rancangan APBD 2022 Halmahera Barat Alami Defisit 217 Miliar

DAERAH · 23 Agu 2021 11:26 WIT ·

Warga Tarau Demo Minta Lurahnya Dicopot


 Warga Tarau saat berunjukrasa di depan kantor kelurahan || Foto: Istimewa Perbesar

Warga Tarau saat berunjukrasa di depan kantor kelurahan || Foto: Istimewa

TERNATE – Warga Kelurahan Tarau, Kecamatan Ternate Utara, Maluku Utara, berunjukrasa di depan kantor kelurahan Senin (23/8). Mereka meminta Wali Kota, M Tauhid Soleman segera mencopot Rizal Tomagola sebagai Lurah, karena dinilai tidak transparansi dalam setiap kegiatan pengelolaan keuangan.

Dalam aksinya, massa menyebut sejumlah kejanggalan terjadi selama kepemimpinan Rizal Tomagola, mulai dari pemberhentian Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang dilakukan secara sepihak, ditambah tidak adanya transparansi terkait alokasi anggaran Dana Kelurahan (DK) dan Dana Partisipasi Pembangunan Kelurahan (DPPK), sejak tahap pertama hingga kedua.

Koordinator aksi, Acil dalam orasinya menegaskan selama Rizal menjadi Lurah, warga tidak pernah mengetahui berapa alokasi anggaran baik itu DK maupun DPPK. Bahkan, berdasarkan surat Ombudsman Perwakilan Provinsi Maluku Utara nomor 0343/SRT/X/2017/Tte tanggal 26 Oktober 2017, telah disebutkan temuan tindakan mal administrasi penyimpanan prosedur, karena tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan, sebagaimana yang diatur dalam pasal 9 ayat 2 huruf b, Peraturan Wali Kota Ternate nomor 43 TA 2017.

Tak hanya itu, Acil juga menyebutkan pada Musrenbang yang dilakukan beberapa bulan lalu, hanya ada 6 orang sebagai keterwakilan masyarakat Kelurahan Tarau yang hadir. Pasalnya, lanjut Acil masyarakat tidak mengetahui adanya penyelenggaraan Musrenbang tersebut.

“Laporan yang kami terima, ternyata berita acara sebagai kelengkapan administrasi Musrenbang, diakali oleh Lurah dengan menandatangani berita acara,” ungkap Acil.

“Jadi Lurah datang di tiap-tiap rumah warga, bukan pas ketika warga hadir di Musrenbang,” sambungnya.

Ironisnya lagi, akhir-akhir ini, kata Acil ada sejumlah laporan masyarakat, terkait prilaku yang dinilai seperti premanisme. Sehingga masyarakat merasa resah dengan tingkah laku Lurah.

“Ini sangat meresahkan masyarakat, karena Lurah domisili di Tarau dan melakukan aktivitas ekonomi juga di Tarau, sering mematok anggaran dengan jumalh yang besar dan alasannya tidak masuk akal,” cetusnya.

Bahkan, ia menambahkan jika masyarakat yang melakukan pengurusan administrasi di kantor Lurah, sering dipersulit.

“Lurah ini jarang masuk kantor, dan kurang berbaur dengan masyarakat Kelurahan Tarau,” sesalnya.


Penulis: Tim
Editor: Zulfikar Saman

Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Soal Usulan Pejabat, Bupati Morotai Sebut Media Provokator

17 Mei 2022 - 11:43 WIT

Kuasa Hukum Tetap Mengawal Kasus Dugaan Penipuan di Halmahera Utara

16 Mei 2022 - 19:28 WIT

Sidang Sinode ke-29 Berakhir, Pdt Demianus Ice Terpilih Kembali Ketua GMIH Malut

14 Mei 2022 - 10:20 WIT

Unggul di 4 TPS, Riswan S Totona Siap Dilantik jadi Kades Daruba

13 Mei 2022 - 13:03 WIT

Selisih 249 Suara, M. Aridh Pua Menang Telak di Pilkades Muhajirin

12 Mei 2022 - 20:55 WIT

AWPI Halmahera Utara Sosialiasi Peran Media dan Perkara Hukum kepada Pelajar

12 Mei 2022 - 09:49 WIT

Trending di DAERAH